Sumsel zero conflict, Ini penjelasan Alex Noerdin

PALEMBANG   I  KSOL –  Entah berapa kali Gubernur Sumsel, Alex Noerdin selalu mengampanyekan tentang kondisi Sumsel yang zero conflict. Dalam satu bulan terakhir, paling tidak dalam pidatonya Alex Noerdin menyinggung tentang zero conflict.

Kali ini orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Sumsel ini kembali mengemukakan tentang kondisi Sumsel yang zero conflict di hadapan 95 mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Keamanan Nasional Univeristas Pertahanan, di Griya Agung, Senin (26/02/2018) malam.

Pada kesempatan itu  Alex mengatakan di Sumsel tidak pernah terjadi perang antar etnis, antar agama dan antar suku. Alex meyakinkan di Sumsel tidak akan terjadi konflik sebagaimana di sejumlah daerah. Namun demikian, Alex mengakui di Sumsel masih ad riak-riak demokrasi yang diwarnai aksi demo sebagai mana di kota lainnya.

“Alhamdulillah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan terjadi kerusuhan antar etnis, antar umat beragama, damai sudah dibuktikan. Kalau demo itu biasa. Demo di Jakarta menuntut jalan tol sudah biasa. Demo di depan istana sudah biasa.  Di sini juga ada demo, tetapi ada satu aturan. Boleh demo tapi tidak boleh anarkis. Kalau anarkis kita sikat,” ungkapnya.

Keberagaman  di Sumsel yang dihuni berbagai etnis, agama dan suku, mnenurut Alex justeru menjadi kebanggan bagi Sumsel.  Malah sebaliknya, perbedaan itu membuat Sumsel semakin maju dan tetap bersatu.

“Di Sumsel terdapat bahasa yang berbeda-beda dari daerah satu dan daerah lainnya. Namun hal tersebut dikatakannya bukanlah pengahalang untuk bertekat, bersatu membangun dan memajukan Provinsi Sumsel,” tegasnya.

Menurut Alex, zero conflict di Sumsel adalah modal utama yang dimiliki untuk melakukan pembangunan daerah. Sebab menurut Alex, para investor tidak berkenan berinvestasi bila daerahnya tidak aman. Sementara membangun satu daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD semata.

“Berdasarkan kekuatan, tidak akan pernah bisa membangun dengan APBD sendiri, harus bisa mendatangkan investor. Siapa yang mau datang di daerah yang konflik, siapa yang mau berinvestasi kalau daerah ini konflik. Oleh sebab itu Provinsi Sumsel bersama masyarakat konsisten untuk tetap menjaga kedamaian dan keamanan di provinsi ini,” tuturnya

Pada keempatan itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin memutarkan video progres kesiapan Asian Games 2018, video kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 lalu, hingga video Asian Games 1962 lalu.

Alex menguraikan bagaimana perjuangan Sumsel berhasil menggelar event-event olahraga berskala international.

Mulai dari PON 2004, Sea Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th Association of South East Asian Nations (ASEAN) University Games pada 2014.

Alex mengatakan Jakabaring 2010 lalu masih rawa-rawa di tengah kota. Namun dengan semangat dan kerja keras saat ini Jakabaring Sport City  disulap menjadi kawasan wisata olahraga yang terletak dalam satu hamparan, yang dilengkapi dengan venue terbaik dan tercantik di Asia.

“Banyak orang yang tidak percaya, tapi kalau kita mau kita bisa. Berkat persatuan dan kesatuan dan ridho Allah SWT  Jakabaring sport City menjadi kawasan wisata olahraga berstandar internasional, kalau tidak internasional standarnya kami tidak akan bangga,” ujarnya.**

TEKS : REL  / TI KSOL  I  FOTO  :  HUMAS PEMPROV-SS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *