Rawan Karhutla, Pemkab Muba Siapkan Program Antisipasi

PALEMBANG  I  KSOL — Plt Bupati Muba Beni Hernedi menyatakan, Pemkab Muba telah menyiapkan program untuk antisipasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Karena, Bumi Serasan Sekate merupakan daerah yang cukup rawan terjadinya karhutla.

Beni menjelaskan, beberapa tahun terkahir setelah tahun 2015, curah hujan masih cukup membantu terjadinya kebakaran di wilayah Muba. Namun, untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan pencegahan.

“Kita khawatir kalau sebulan atau setengah bulan tidak hujan, artinya potensi kebakaran lebih tinggi. Maka kita tingkatkanlah pencegahan. Yang bisa kita cegah itu perilaku masyarakat Muba, kita edukasi, sosialisasi,” ungkap Beni belum lama ini.

Di antara upaya yang kini telah dilakukan Pemkab Muba untuk mencegah terjadinya kebakaran tersebut, seperti membuat posko di desa-desa yang dinilai rawan terjadinya kebakaran.

“Ada 16 desa rawan api di Muba. Misalnya dulu pernah kebakaran, kita tidak punya orang atau regu (untuk mengatasi). Tapi sekarang, di desa-desa yang rawan itu sudah kita tempatkan misalnya posko, kami akan fokus di situ,” terangnya.

Beni Hernedi, Plt Bupati MUBA (Pakai Batik) saat bersalaman dengan calon gubernur Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin

“Pokoknya kami komit seperti saya sampaikan ke gubernur beberapa tahun lalu. Di antara tugas kami yang paling berat, yang berkaitan langsung dengan menyukseskan Asian Games, untuk mencegah terjadinya kebakaran di Muba yang asapnya itu jalan-jalan memengaruhi orang (peserta) Asian Games. Mungkin itu kira-kira,” imbuhnya.

Selain bekerja sama dengan masyarakat, Pemkab Muba juga berkoordinasi dengan perusahaan yang memiliki lahan perkebunan.

“Untuk ke perusahaan, kita tegas dan jelas. Jadi artinya perusahaan biasanya kita koordinir, mana kegiatan dia kita connectingkan dengan perangkat pemerintahan kita. Sekarang juga sudah kita tetapkan desa rawan api, kita programkan desa peduli api, kita bentuk kelompok tani peduli api melalui Dinas Perkebunan. Nah itu kira-kira yang kami lakukan di Muba,” ungkapnya.

Pun dari sekian program dan upaya yang telah disiapkan, Beni mengaku sebetulnya itu masih kurang jika terjadinya musim panas atau tidak ada hujan sama sekali. “Jadi kami tetap berharap bahwa musim ini tidak terlalu panas dan didukung dengan perilaku warga yang tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tandasnya.

TEKS  :  T PAMUNGKAS/FORNEWS  I   FOTO : GOOGLE IMAGE




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *