Sehat itu tidak mesti mahal

Membicarakan makanan sehat, tidak lah selalu harus dikaitkan dengan bahan makanan yang susah dicari dan harga nya yang mahal, karena di ‘alam’ ini banyak tersedia bahan makanan yang mudah dicari dan beragam serta makanan yang sehat lagi murah.

Namun demikian terlepas dari pengetahuan atau kebiasaan kita nya sebagai manusia yang terkadang tidak mau tahu, sehingga banyak dari keluarga kita, teman kita atau orang – orang di sekitar kita justru beranggapan kalau makanan sehat beragam dan seimbang itu harus mengeluarkan uang lebih banyak karena mahal.

Selain itu, kebiasaan buruk lainnya yang terkadang masih sering kita lakukan adalah mengkonsumsi makanan cepat saji dan bersifat instan karena berbagai alasan, misalnya alasan beberapa orang yang memilih mengkonsumsi makanan cepat saji di berbagai restoran ‘franchise’ yang terkenal adalah karena gengsi atau sudah menjadi semacam lifestyle (gaya hidup).

Padahal belum tentu panganan yang disajikan tersebut terbukti sehat dan berimbang, bahkan justru banyak ahli kesehatan yang menyatakan bahwa makanan cepat saji atau ‘fast food’ sama dengan ‘junk food’ atau makanan yang tak memiliki nilai gizi.

Sedangkan yang memilih makanan instan, biasanya memiliki alasan karena sibuk sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk memasak atau mengolah bahan makanan sendiri, dan makanan instan paling favorit khusus untuk para mahasiswa dan masyarakat pada umumnya adalah mie instan, bakso, nasi goreng dan makanan – makanan instan lain nya.

Kebiasaan buruk serta ‘mindset’ yang buruk sebagian masyarakat ini sebenarnya bisa kita atasi dengan berbagai macam cara, misalnya dengan cara mengkampanyekan makanan sehat dan berimbang itu tak harus mengeluarkan banyak uang terlebih lagi jika kita mahasiswa yang berkonsentrasi di teknologi pangan, pastilah banyak yang bisa kita lakukan untuk mengkampanyekan makanan sehat dan berimbang tersebut.

Misalnya dengan membuat inovasi berbagai macam makanan sehat dalam produk makanan sehari hari,  seperti bakso jamur, donat kentang, teh daun sukun, serta berbagai produk makanan lainnya yang pernah penulis coba langsung produk – produknya dari rekan – rekan dari program studi teknologi hasil pertanian.

Sebelum lebih jauh, ada baiknya kita juga mesti tahu apa itu makanan sehat, beragam dan bergizi seimbang. Pangan sehat, beragam dan bergizi seimbang merupakan pangan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan pengatur. Pangan sumber tenaga adalah pangan yang banyak mengandung karbohidrat, protein dan lemak.

Pangan sumber zat pembangun terdapat pada kelompok pangan hewani dan kacang – kacangan sedangkan pangan sumber zat pengatur adalah semua jenis sayur – sayuran dan buah – buahan. Ketiga sumber pangan yang beragam dan bergizi seimbang tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan fisik dan kecerdasan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (Dinas Kesehatan RI)

Setelah mengetahui seperti apa pangan yang sehat, beragam dan seimbang tadi, maka tugas kita selanjutnya adalah memberikan pencerdasan kepada masyarakat luas bahwa untuk mendapatkan makanan yang seperti itu tidak lah sulit maupun mahal.

Hal ini senada dengan pernyataan dari Melissa Joy Dobbins, pakar makanan teregistrasi dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi makanan sehat tidak lah mahal, lebih lanjut Melissa bahkan merekomendasikan makanan – makanan yang sehat namun mudah didapat, serta ‘budget’nya bersahabat dengan dompet, makanan tersebut adalah sebagai berikut :

Kacang : mengandung serat, protein, zat besi dan seng. Kacang kering lebih murah tetapi perlu direndam dulu. Kacang kaleng lebih mudah tetapi harus dicuci untuk     menurunkan    kadar   garamnya.

Pisang : mengandung vitamin B6, serat, potassium dan vitamin C. Buah ini mudah diperoleh dan bisa digunakan untuktopping pada yoghurt dan sereal. Jika sudah matang, masukkan dalam kulkas. Kulitnya akan berubah menjadi hitam tetapi pisangnya tetap dalam kondisi baik. Cara lain, kupas kulitnya dan bekukan untuk membuat smoothies. Harganya pun lebih murah dibandingkan permen.

Mentega kacang : satu sendok makan mentega kacang mengandung sekitar 95 kalori, 4 gram protein dan delapan gram lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung. Jika memungkinkan pilihlah mentega kacang alami karena tidak mengandung gula atau lemak tambahan.

Yoghurt : yang non-fat atau plain adalah sumber terbaik untuk kalsium dan protein. Ia bisa menggantikan krim asam atau mayonnaise, saat Anda ingin mengurangi lemak dalam resep Anda. Untuk menghemat, belilah yoghurt kemasan besar dan bukan yoghurt berukuran kecil. Belilah yoghurt plain dan tambahkan sendiri rasanya seperti bubuk coklat panas atau campuran granola/sereal atau buah kaleng yang dijus sendiri.

Pasta Whole-Grain : mengandung lebih banyak serat, protein dan vitamin dibandingkan pasta biasa. Untuk memasaknya diperlukan waktu lebih lama.

Kacang polong beku: sayuran yang dibekukan adalah alternatif yang baik untuk sayuran segar. Kacang polong beku mengandung protein, serat dan vitamin A.

Almond: mengandung antioksidan vitamin A dan lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung. Untuk menghemat, belilah almond mentah dalam jumlah banyak.

Telur: protein adalah komponen paling mahal dalam makanan seseorang. Telur lebih murah biayanya dan memberikan sumber protein tinggi. Telur juga sangat mudah digunakan untuk apa pun.

Tuna Kaleng: dikemas dengan protein, lemak omega 3, selenium dan vitamin B kompleks. Pilihlah tuna yang dikemas dalam air, bukan minyak. Namun, US Food and Drug Administration merekomendasikan agar wanita hamil, wanita menyusui dan anak-anak membatasi konsumsi tuna kaleng. Disarankan untuk mengkonsumsi tuna tak lebih dari 6 ons per minggu.

Semoga dengan sedikit informasi yang sudah dijelaskan diatas bisa membantu untuk mengkampanyekan bahwa makanan sehat tidak selalu susah didapat, dan makanan bergizi seimbang tak selalu mengeluarkan banyak uang.

TEKS : TIM KSOL / DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *