OKU Selatan ingin bangun perumahan seperti di PALI

PALI  I KSOL  — Pemerintah OKU Selatan (OKUS) tahun ini akan merelokasi 142 rumah di bantaran Sungai Komering.  Rencana ini kemudian diteruskan melakukan studi banding ke daerah lain sudah lebih dulu melaksanakan program ini.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) melalui timnya mendatangi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),

Kasi pembiayaan, sarana dan prasarana Dinas Perkim OKUS, Budi Setiawan mengatakan, sebelum pengajuan proposal pihaknya melakukan studi banding ke daerah yang sudah melaksanakan. Tujuannya untuk mempelajari poin penting yang harus dipersiapkan.

“Kita pilih Kabupaten PALI. Alasannya karena kabupaten ini telah sukses membangun perumahan khusus. Selain itu juga karakteristik PALI mirip karakteristik dengan OKUS, sehingga kami bisa adopsi nantinya di kabupaten kami,” ujarnya, Selasa (13/2).

Kunjungan tim Dinas Perkim OKUS dijelaskan Budi selain melihat langsung perumahan khusus yang telah dibangun, timnya juga mengunjungi lokasi yang bakal direlokasi di wilayah Talang Pipa kelurahan Talang Ubi Barat.

Kedatangan tim dari Dinas Perkim Kabupaten OKUS tak lain, melakukan studi banding ke wilayah Bumi Serepat Serasan dan melihat langsung perumahan khusus untuk relokasi di Simpang Bandara kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

Sementara itu, Dayat, Kabid perumahan dinas Perkim Kabupaten PALI menyebutkan pihaknya tahun 2017 lalu membangun 50 unit perumahan khusus dengan type 36 dan luas tanah 10X20 meter untuk relokasi warga yang ada di Talang Pipa.

“Kita bangun perumahan khusus untuk warga Talang Pipa, karena di sana (Talang Pipa) sering terkena banjir sebab letaknya persis di pinggir sungai Abab. Setelah selesai pembangunan, rupanya kawan-kawan dari OKUS tertarik untuk mengadopsi bentuk perumahan disini,” ujarnya.

Ke depan Pemkab PALI melalui Perkim kembali bakal membangun rumah layak huni di Kecamatan Tanah Abang lebih kurang 20 unit. Diantara yang dapat dibantu adalah rumah tidak layak huni serta warga korban longsor.

Sistemnya akan berbeda dengan perumahan khusus. Sebab bangunan ini tidak dibangun dalam satu komplek, namun warga bersangkutan yang menyiapkan lahan sendiri. “Dari dinas yang memberikan bantuan pembangunan rumah,” tukasnya.

TEKS :  : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *