Warga Resah, Kolamnya Dicemari Crude Oil Milik Pertamina

PALI |  KSOL – Pencemaran lingkungan limbah minyak mentah (crude oil) perusahaan kembali terjadi di Bumi Serepat Serasan. Kali ini korbannya dari warga dusun III Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pencemaran limbah tersebut diduga milik PT Pertamina EP Asset 2 Field Adera yang terjadi tidak jauh dari Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Dewa yang berlokasi di Desa Panta Dewa.

Akibat dari penecamaran itu, sungai dan kolam di lokasi itu airnya keruh dan berbau. Sehingga warga sekitar yang biasa menggunakan air tersebut sebagai kebutuhan sehari-hari untuk mandi, cuci serta minum enggan lagi menggunakan air tersebut karena takut terkena penyakit.

Berdasarkan pantauan langsung media ini, di lokasi juga tercium aroma minyak yang menyengat hidung. Selain itu, terlihat genangan minyak di aliran sungai dan kolam.

Menurut Amri (48) warga setempat menyebutkan keadaan tersebut sudah berlangsung lebih dari dua tahun, akibat diduga tercemar limbah minyak yang keluar dari SPU Dewa milik Pertamina EP Asset 2 Adera Field yang jaraknya hanya beberapa meter dari sungai dan kolam yang dikeluhkan warga.

“Sebelumnya tidak seperti ini, Pak, tapi sejak dua tahun terakhir ini air sungai dan air kolam berubah warna dan berbau. Apalagi ketika air surut, bau menyengat dan air pun berubah baunya. Akibatnya warga sekitar takut menggunakan air tersebut untuk keperluan sehari-hari,” ungkap Amri, Senin (12/2/2018).

Yang paling parah dirasakan warga adalah diakui Amri ketika ada kebocoran minyak dari salahsatu pipa, dimana semburan minyaknya masuk ke dalam sungai.

“Kejadian sudah lama, lebih dari dua tahun lalu. Sisa limbahnya oleh pihak perusahaan hanya dikubur di dekat sungai, sehingga diduga, rembesan kuburan limbah minyak masuk ke sungai dan kolam yang merubah warna air serta menimbulkan bau tak sedap. Untuk itu, kami berharap, agar pihak perusahaan agar meninjau kelapangan dan memulihkan kembali lingkungan yang tercemar,” pintanya.

Sementara itu mengetahui adanya pencemaran lingkungan oleh perusahaan tersebut, membuat jajaran DPRD PALI geram. Seperti yang diutarakan Darmadi Suhaimi, wakil ketua II DPRD PALI. Ia menyayangkan kejadian tersebut bisa terjadi dan berlangsung sudah lama. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pihak Adera.

Bahkan dirinya bersama warga setempat langsung mendatangi lokasi. Melihat itu, warga berharap pihak perusahaan bisa memberi solusi terbaik kepada warga yang notabenenya merupakan ring 1 perusahaan.

“Kalau melihat seperti ini, siapa saja orangnya pasti tersentuh. Karena air sungai yang tadinya jernih sekarang menghitam dan berbau. Kami akan segera panggil pihak perusahaan untuk mendengarkan duduk perkara permasalahan ini,” tandasnya.

Terpisah Fedrick Roma Parulian, Asisten Manajer LR Pertamina Adera mengatakan pihaknya akan mengecek terlebih dahulu ke lapangan untuk mengetahui penyebab berubahnya warna air sungai dan kolam di sekitar SPU Dewa.

“Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena tercemar. Kami akan cek terlebih dahulu ke lapangan. Nanti hasilnya akan kami sampaikan. Terkait dewan akan panggil perusahaan, kami siap berkoordinasi dengan siapapun,” ucapnya.

TEKS : T PAMUNGKAS  |  EDITOR : IMRON S




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *