Tuduhan terhadap SBY permufakatan jahat dan rekayasa

MUSI RAWAS | KSOL – Amarah seluruh kader Partai Demokrat (PD) atas tuduhan Firman Wijaya terhadap Ketua  Umum DPP PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diduga mendapat kucuran dana kasus e-KTP.

Reaksi keras ini tak tak terkecuali di internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan.

Sukri Alkap, Ketua DPC PD Musirawas Utara (Muratara) menilai semua tuduhan Firman Wijaya terhadap Presiden keenam RI, SBY itu sama sekali tidak benar dan merupakan permufakatan jahat yang terekayasa.

“Oleh sebab itu siapapun kita, selaku kader dan pengurus Partai Demokrat mari bahu-menbahu kita tegakkan kedaulatan dan kewibawaan Ketum Partai Demokrat secara elegan,” kata Sukri.

Beriring dengan itu, Sukri bersama kader DPC PD Muaratara sangat setuju dan mendukung Ketua Umum PD untuk melaporkan Firman Wijaya ke Mabes Polri.

“Kami pengurus Partai Demokrat Muratara sangat setuju dan mendukung pak SBY untuk menegakkan hukum kepada penyebar fitnah keji tak berdasar, yaitu saudara Firman Wijaya,” katanya kepada Palembangpro.com, Minggu (11/02/2018).

 Menurutnya, seluruh Kader Partai Demokrat Muaratara dan kader PD di seluruh Indonesia tidak tinggal diam. Pihaknya tidak akan membiarkan seorang pun apalagi persekongkolan buruk untuk menjatuhkan martabat Sby secara pribadi dan Partai Demokrat.

“Demi harga diri Partai Demokrat, dengan jaket biru yang melekat di badan kami, kami bulatkan energi kami untuk melawan penyebar fitnah itu,” tegasnya.

Sikap sejumlah kader PD di Indonesia sebagai reaksi terhadap kasus yang mengantarkan Mantan Ketua DPR Republik Indonesia, Setya Novanto (Setnov) sudah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik (E-KTP).

Seiring dengan itu, kuasa hukum Setnov, Firman Wijaya kemudian dilaporkan SBY ke Bareskrim Mabes Polri, karena ucapan Firman yang dinilai mencemarkan nama baik SBY, baik secara probadi dan lembaga partai.

Firman dinilai telah memfitnah dan menuduh SBY terlibat kasus korupsi pengadaan E-KTP. Pernyataan Firman yang berbau fitnah itu diucapkannya usai sidang Setya Novanto pada Kamis (25/01/2018) lalu.

 TEKS/FOTO : PALEMBANGRO.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *