Setelah bangunan dibongkar, banjir IB-I Palembang selesai

PALEMBANG  | KSOL  – Tembok pembatas sepanjang 60 meter milik PT Sultan Syalwa Bersaudara yang ditengarai sebagai penyebab banjir, telah dibongkar.

Pembongkaran tembok ini dipimpin Wali Kota Palembang, H. Harnojoyo bersama puluhan warga, Sabtu (10/2/2018) pagi.

Sontak warga bersorak kegirangan saat tembok tersebut berhasil dirobohkan. “Alhamdulillah, terbongkar jugo akhirnyo. Hidup Harnojoyo,,, hidup Harnojoyo…. ”

Teriak Warga mengungkapkan ekspresi bahagianya, karena Harnojoyo telah menyelesaikan masalah mereka. Wanto, ketua RT 16 menuturkan, permasalahan ini sudah terjadi cukup lama. Sedikitnya 4 RT selama ini terkena banjir sebagi akibat bangunan.

“Inilah penderitaan kami selama ini, setiap hari warga kami mendesak untuk diselesaikan. Kami menderita karena hujan sedikit saja langsung banjir. Alhamdulillah hari ini Pak Wali Kota datang sebagai pahlawan bagi kami. Sekarang masalah selesai,”  ujar Wanto.

Hal senada juga disampaikan Hj. Herlina Edwar, warga RT 21. Sebelumnya Ibu Wakil Wali Kota Palembang sempat melakukan sidak. Sesaat kemudian mengalir karena dibuat drainase. Tapi tak lama kemudian kemballi tertutup. Akibatnya banjir lagi.

“Dulu sempat disidak oleh ibu Wakil Walikota, sudah mengalir sebentar airnya dibuat drainase, namun kembali tertutup, banjir lagi. Sangat menderita kami, Pak. Setiap hari kena banjir tidak surut-surut karena aliran air tertutup bangunan ini. Sekarang kami lega. Bisa tidur nyenyak. apalagi sebentar lagi akan dibangun wali kota, tambah senang kami,” ujarnya.

Walikota Palembang H. Harnojoyo mengungkapkan, langkah yang diambilnya ini bagian dari solusi yang diberikan kepada warga atas keluhan mereka.

“Atas keluhan mereka dan kerja dinas PU PR yang mensurvei tempat ini. Memang tidak ada jalan lain selain dibongkar. Kami sudah melakukan mediasi dengan PT Sultan Syalwa Bersaudara. Mereka mau mengikhlaskan bangunan ini dibongkar demi kepentingan orang banyak, dan pihak PT turut hadir disini,” ungkap Harnojoyo.

Hal ini dibenarkan Gumi, Project direktur PT Sultan Syalwa Bersaudara. Pihaknya, bisa menerima atas pembongkaran yang dilakukan.

“Ya, kita sudah ikhlaskan. Sudah kami wakafkan tanah tersebut untuk kepentingan warga. Kami minta maaf jika selama ini keberadaan bangunan ini menjadi masalah. Tadi sudah diskusi bersama Pak Wali Kota, kami ikhlas dan masalah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Bastari, Kepala Dinas PU PR Kota Palembang menjelaskan, selain pembongkaran, tempat ini juga akan segera dibangun drainase agar aliran air semakin lancar.

“Sudah dianggarkan APBD sebesar 500 juta, ini sudah kita bongkar dan akan segera kita kerjakan untuk pembangunan drainase tersebut,” tegasnya.

TEKS / FOTO : PALEMBANGPRO.COM

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *