Night Culinery Palembang, bakal buka jam 06.00 – 02.00 WIB dini hari

PALEMBANG | KSOL  – Lorong basah. Begitulah sejak dulu wong Palembang menyebutnya.  Namanya tidak setenar jembatan Ampera. Tapi Raden Muhammad Ikhsan, Dosen Universitas Sriwijaya sekaligus Penelusur Sejarah Palembang, menyebut lorong basah popularitasnya menyaingi nama jalan lain di Kota Palembang.

“Seseorang belum diakui sebagai wong kito (orang Palembang) kalau belum pernah menginjakkan kaki dan belanja di lorong Basah,” ujarnya.

Menurut Ihsan, lorong Basah adalah sebutan singkat atas nama jalan Sentot Ali Basah, seorang panglima dalam perang Jawa yang mendampingi perlawanan Pangeran Diponegoro. Padahal tidak seperti itu. Tak ada hubungan antara tempat ini dengan sang pahlawan.

Namun menutu penulusurannya, sejak awal nama lorong ini memang bernama lorong Basah. “Justru nama jalan Sentot Ali Basah disematkan untuk mengganti nama asli tersebut. Menurut beberapa sumber, asal muasal nama lorong Basah berkait erat dengan suasana di zaman kolonial Belanda,” tulis Ikhsan dalma sebuah artikel, (3/10/2018).

BACO JUGO TULISAN INI : Asal Muasal Lorong Basah Palembang

Kini, lorong yang disebut Ikhasn sebagai salah satu ikon Palembang sedang didesain sedemkian rupa. Melalui Dinas Pariwisata dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Kota Palembang (Pemkot) Palembang ingin menjadikan dan membangkitkan kembali nilai sejarah lorong basah.

Bukan hanya itu, Isnaini Kepala Dinas Pariwisata menyebut di Lorong Basah juga akan disajikan perdagangan makanan khas Palembang, pasar duren. “Karena duren asal daerah kita sering dijual di kota-kota lain. “Hingga kini, di lorong itu ada 54 dari 207 pedagang yang sedang diseleksi,” ujarnya.

Secara bertahap Dinas Pariwisata Palembang menjadikan lorng basah sebagai salah satu destinasi wisata dan hiburan bersejarah di Palembang. Lorong basah kini menjadi night culinery yang disulap seperti mal jalan. Suasana kilauan lampu pijar dan lampion menjadikan night culinery di lorong basah menambah kesan romantis dan indah.

Wali kota Palembang, H.Harnojoyo, mengatakan, potensi wisata di bersejarah ini masih menyimpan banyak mutiara indah untuk digali. Beberapa upaya yang telah dilakukan Pemkot Palembang, diantaranya peremajaan dan keberfungsian kembali Sungai Sekanak, foto 3 Dimensi di Alang-Alang Lebar, kampung moral dan beberapa destinasi wisata lain yang kembali dihidupkan, termasuk pedstrian di Jalan Sudirman.

“Ide ini muncul ketika saya melihat kondisi lorong yang sempit. Sedangkan pembeli harus nyaman. Kita ketahui pasar merupakan tempat untuk kita melepas rasa penat guna membangkitkan rasa senang. Memang masih banyak kekurangan seperti lampu dan penataannya yang sedikit lagi harus dikonsep. Namun ini harus perlahan-lahan kita ubah. Untuk itu pajaknya nanti kita upayakan gratis dulu khusus pajak reklamenya,” jelas Harnojoyo, Sabtu (10/02/2018) malam usai melauching lorong basah.

Konsekuensi penataan Lorong Basah, kemudian diatur ada beberapa lorong dari A sampai D. “Ini untuk perbaikan,” ujar Harno.

Harno meyakinkan, keindahan Palembang hanya akan bisa tertata dengan baik dna indah bila ada upaya dan dukungan dari masyarakatnya. “Kita harus mulai mau bersih-bersih. Makanya saya mengajak warga untuk peduli dan membiasakan hidup bersih, yang dimulai dari dari diri kita,” tegasnya.

Seiring dengan itu, Isnaini Madani, Kepala Dinas Pariwisata Palembang mengakui masih banyak kekurangan di lorong basah. Namun semuanya membutuhan proses.

“Kita membuat peraturan kepada pedagang untuk  tidak mencuci piring sembarangan. Maknya, alat makan yang digunakan sifatnya sudah dipakai langsung dibuang. Ditambah lagi kami akan meminta bantu lagi kepada pihak PDAM,” ujarnya.

Bahkan penataan Lorong Basah  juga terkait dengan jam beroperasi. Saat ini Dinas Pariwisata sedang melakukan kordinasi dengan pihak terkait, seperti kepolisian dan Pemkot untuk memberi ruang bagi warga untuk berkunjung di Lorong Basar mulai pukul 06.00-02.00 WIB dini hari.

“Untuk waktu, bukanya mulai jam enam 6 sore sampai jam 2 malam. Ini sedang dikoordinasikan, agar disetujui Pemkot dan aparat kepolisian,” tegasnya.

Isnaini menghimbau kepada pemilik milik toko, agar jam buka toko dimalam hari untuk transaksi jual beli. “Kami menghimbau toko yang ada harus menghidupkan lampu agar pada malam hari di lorong basah ini meriah. Besok kami juga harapkan tugu belida bisa diresmikan oleh Bapak Walikota,” ujarnya.

TEKS/FOTO : PALEMBANGPRO.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *