Kabar terbaru tentang Jembatan Gantung Desa Berugo

PALI | KSOL – Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Berugo dan Tanjung Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan  pada bagian alas hanya menyisakan beberapa keping papan. Besi dan pipa yang menjadi tiang penyangga banyak putus. Sebagian keropos dan rapuh.

Akibatnya jembatan sepanjang 200 meter dengan kelebaran 1,8 meter ini tidak bisa difungsikan masyarakat sebagimana mestinya.

Selama itu pula warga di dua desa hanya bisa berharap akan ada perhatian pihak terkait untuk segera memperbaiki jembatan gantung yang dibangun Pemkab Muara Enim pada 2006.

Sementara, masa menunggu perbaikan jembatan gantung, bukan persoalan sederhana. Banyak hal yang kemudian terkena imbas, baik psikologis, sosial dan ekonomi warga.

Kegiatan keseharian warga yang biasa ke kebun menjadi terganggu. Belum lagi perjalanan anak sekolah yang harus mengeluarkan kocek lebih dari biasanya untuk ongkos perjalanan menuju tempat mereka melakukan proses belajar mengajar.

“Kerusakan ini sudah terjadi setahun lalu, padahal keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan warga. Sebab jembatan ini menjadi akses warga untuk pergi ke kebun, aktivitas warga sehari-hari dan jalan terdekat anak-anak menuju ke sekolah,” ujar Kepala Desa Berugo, Desi Aryani, (28/1/2018).

Selama satu tahun warga Desa Berugo dan Tanjung Dalam, harus menanti uluran tangan sejumlah pihak untuk perbaikan jembatan gantung yang membelah dua desa itu.

Kondisi jembatan gantung yang rusak dan nyaris putus, memaksa warga di dua desa dan puluhan anak sekolah harus ekstra hati-hati. Sebab salah sedikit saja akibatnya bisa fatal.

Bila kemudian jembatan gantung ini benar-benar putus, dipastikan warga di dua desa dan anak-anak sekolah harus menempuh perjalanan sepanjang 8 km untuk melakukan kegiatan keseharian.

Aparat TNI yang siap gotong royong membangun Jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Berugo dan Tanjung Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan

Memang ada jalur alternatif. Warga bisa menyeberang sungai dengan menumpang perahu ketek. Namun risikonya harus mengeluarkan uang untuk ongkos. Tak ayal, biaya hidup warga juga akan meningkat.

“Anak-anak sekolah yang dari sini tetap harus kesana, bisa dibayangkan kalau mereka menjadi korban, terjatuh dan sebagainya,” ujar Pangdam II/Swj, Mayjen TNI AM, yang kemudian merespon kerusakan jembatan gantung di desa itu.

Namun kegelisahan masa menunggu itu kini pudar sudah. Dalam pekan ini jembatan itu mulai diperbaiki. Diperkirakan, satu bulan ke depan warga di dua desa akan segera memfungsikan jembatan gantung sebagimana harapan.

Ketika kondisi jembatan rusak ini sampai juga di meja Pangdam II/Swj, sesegera mungkin direspon positif. Mendengar laporan itu, Pangdam II/Swj kemudian memerintahkan Dandim 0404/Muara Enim, Letkol Inf Teady Aulia Mulya Aji, S.E., untuk meninjau lokasi dan melakukan survei, (5/1/2018) guna tindak lanjut pelaksanaan perbaikan.

Sementara pelaksana di lapangan, telah disiapkan prajurit dari Yonzipur 2/SG yang dikomandoi Mayor Czi Zamroni. “Tujuan utama perbaikan jembatan ini untuk menyelematkan generasi muda agar mereka tetap bisa bersekolah. Dan kami targetkan, tiga minggu jembatan ini selesai diperbaiki,” tegas ujar Pangdam II/Swj.

Respon cepat unsur-unsur Kodam II/Swj ini ternyata membuahkan hasil. Sehari setelah dilakukan survei dan sosialisasi, keesokan harinya, (6/2/2018) para prajurit Kodam II/Swj, telah memulai pekerjaannya.

Pada hari, Jumat (9/2/2018) Karya Bakti yang dilaksanakan Kodim 0404/Muara Enim dan Yonzipur 2/SG bersama masyarakat ini, ditinjau langsung Pangdam II/Swj didampingi Aster Kasdam II/Swj, Kolonel Inf Rionardo.

Saat ditemui di lokasi Karya Bakti, Pangdam II/Swj menuturkan, mendapatkan informasi tentang kondisi jembatan ini langsung dari Bapak Kasad, “Selanjutnya saya perintahkan Dandim untuk mengecek posisinya, hari itu juga kita survei dan hari keduanya kita kerja.” ujarnya.

Proses perbaikan kian mudah ketika Pemkab Muaraenim dan PT. MHP (Musi Hutan Persada) ikut membantu. Ditambah lagi warga juga bergotong royong untuk memercepat perbaikan jembatan.

“Saya berharap, dengan diperbaikinya jembatan ini, masyarakat di sini termasuk yang di seberang sana bisa menggunakannya dengan baik, sehingga perekonomian akan lebih lancar,”  ujar Pangdam II/Swj.

Di sela-sela kunjungannya, Pimpinan TNI AD di wilayah Sumbagsel itu juga menyempatkan diri berpesan kepada para prajurit Kodim 0404/Muara Enim, Yonzipur 2/SG dan anggota Kepolisian agar bekerja dengan hati, penuh keikhlasan dan hanya mengharap Ridho dari Tuhan, bukan semata-mata mengejar jabatan. Dimanapun berada, mudah-mudahan ada manfaatnya dan selalu siap membantu setiap kesulitan masyarakat.

Melihat pekerjaan itu cukup beresiko, Pangdam II/Swj juga menekankan kepada prajurit dan warga yang membantu agar mengutamakan faktor keamanan.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Pangdam II/Swj meminta pengertian kepada warga setempat, karena selama proses perbaikan untuk sementara masyarakat tidak bisa menggunakan jembatan dan mohon doa restu agar kegiatan dapat berjalan dengan aman.

TEKS/FOTO : PALEMBANGPRO.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *