Yuk, atasi bahaya listrik saat banjir

PALEMBANG  | KSOL – Hampir di setiap musim hujan, di sejumlah tempat selalu ada saja kwasan yang terkenal banjir. Saat air mulai meninggi, hal utama yang harus diatasi adalah menghindari bahaya listrik.

Sebab, kita mengetahui air adalah penghantar yang sangat mudah mengalirkan listrik ke setiap bentuk benda, termasuk manusia. Oleh sebab itu, kalau terjadi banjir hal utama yang paling dhindari adalah bagaimana menjauhkan kemungkinan buruk dari sengatan listrik, akibat genangan air. Bila hal ini diabaikan, akibatnya bisa fatal : apalagi kalau bukan kamatian.

Inilah mengapa PT PLN bersama masyarakat harus tanggap mematikan listrik saat banjir. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan aliran listrik dipadamkan oleh PLN sementara waktu. Tujuannya agar tidak membahayakan lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Rosmalina, Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN WS2JB.

Ilustrasi : Google Image

Menurutnya, apabila rumah pelanggan terendam banjir, maka pihak PLN akan langsung mematikan listrik dipemukiman. Hal ini dilakukan demi keselamatan bersama.

Rosmalina mengimbau, apabila aliran listrik yang masih menyala saat banjir tiba diharapkan partisipasi masyarakat di area pemukiman tersebut untuk segera mungkin melaporkannya melalui contact center PLN 123.

“Apabila gardu listrik mesti terendam air namun wilayah sekitarnya tidak terendam air, maka PLN juga akan mematikan listrik di gardu tersebut, hal ini tentunya menyebabkan pasokan listrik dibeberapa lokasi akan terhenti sementara waktu,” ungkapnya, Selasa (6/2/2018)

Lebih lanjut, Rosmalina menagatakan, proses mematikan listrik pada gardu tidak semudah mematikan listrik di rumah. Sebab, untuk mematikan gardu distribusi perlu proses secara bertahap. Semua dilakukan harus melalui pemutaran beberapa knop dan tombol.”Proses ini cukup memakan waktu dan tidak mudah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Rosmalina mengajak kepada warga agar sadar terhadap upaya antisipasi bahaya listrik saat banjir. Menurutnya, untuk mengantisipasi hal itu, mematikan instalasi listrik di alam rumah.

Bila listrik dalam kondisi menyala, seharusnya segera dicabut. Semua peralatan listrik di rumah yang masih tersambung dengan stop kontak segera dicabut.

“Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi, agar tidak terendam banjir. Apabila aliran listrik di lokasi yang terkena banjir belum padam, masyarakat harus segera hubungi Contak Center PLN 123. Hal lainnya adalah, segera mengungsi ke daerah aman sedini mungkin. Jika air masih meninggi, hubungi instansi yang terkait melalui penanggulangan bencana banjir,” jelasnya.

“Matikan instalasi listrik di rumah, segera cabut peralatan listrik di rumah yang masih tersambung dengan stop kontak, naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam banjir, apabila aliran listrik di lokasi yang terkena banjir belum padam masyarakat segera hubungi Contak Center PLN 123, mengungsi ke daerah aman sedini mungkin. Jika air masih meninggi hubungi instansi terkait melalui penanggulangan bencana banjir,” jelasnya.

Lebih lanjut Rosmalina menjelaskan, setelah banjir surut PLN memerlukan waktu untuk melakukan pembersihan dan penormalan gardu distribusi pasca banjir. Saat itu, Rosmalina mengimbau bagi pelanggan di mohon untuk memastikan semua peralatan elektronik maupun instalasi dalam keadaan kering.

“Oh ya, kita harus sama-sama mengetahui juga, instalasi listrik di rumah adalah tanggung jawab  bagi pemilik rumah. PLN hanya berwenang sampai dengan KWH meter pelanggan. Setelah semua instalasi pelanggan dipastikan kering, maka proses penormalan listrik dapat segera dilakukan setelah penandatanganan berita acara yang disaksikan ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat, mari sama-sama kita amankan listrik saat musim hujan,” ujarnya.

TEKS : MAULANA | EDITOR : T  PAMUNGKAS  |  FOTO : Detik.com




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *