Oknum DPO Kejaksaan Diduga Serang Calon Pengacara

LUBUKLINGGAU |  KSOL — Pria berinisial BA yang menjadi tersangka dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, melakukan penyerangan dan tindak kekerasan terhadap seorang calon pengacara bernama Abdul Aziz (32).

Penyerangan tersebut dilakukan BA bersama kawan-kawannya saat korban Abdul Aziz tengah asik bernyanyi di Karaoke Inul Vizta, yang berada di Jalan Yos Sudarso RT 02 Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Jum’at malam (19/01/2018), sekira pukul 22:00 WIB.

Oknum BR, yang belum lama ini ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi DPO Kejaksaan Negeri Lubuklinggau terkait kasus korupsi pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) tahun anggran 2016 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Sementara korban, Abdul Aziz yang merupakan calon pengacara di Bumi Silampari, sangat meyakini bahwa insiden yang menimpa dirinya berkaitan dengan kasus pembangunan AKN di Kabupaten Muratara yang menyeret beberapa tersangka.

“Saya meyakini bahwa salah satu pelaku merupakan oknum BA, yang menjadi buronan Kejari Kota Lubuklinggau. Kenapa saya diserang? Mungkin karena selama ini saya sering mengkritisi terkait kasus korupsi pembangunan gedung AKN di Kabupaten Muratara,” katanya.

Kepada sejumlah awak media, Abdul Aziz menceritakan, awalnya ia bersama lima orang rekannya yang bernama Andi, Iwan, Firsa, Saibal dan Robert sedang bernyanyi di Karaoke Inul Vizta. Setelah satu setengah jam bernyanyi kemudian Firsa, Saibal dan Robert keluar dari ruangan karaoke dengan alasan mencari udara segar.

Abdul Aziz (baju merah) saat memberikan keterangan pers atas penyerangan yang dialaminya, di Karaoke Inul Vizta Kota Lubuklinggau, Jumat (18/01/2018) malam.

“Kemudian masuklah seseorang dan langsung berjoget, walaupun sedikit kaget dengan kedatangan orang yang tidak dikenal itu, kami tetap melanjutnya menyanyi. Tidak lama kemudian datanglah dua orang yang membawa senjata langsung menyerang kami dengan cara melakukan pelemparan batu dan pemukulan,” terang Abdul Aziz.

Akibatnya Abdul Aziz mengalami nyeri di bagian paha kanan dan pipinya. Sementara Iwan mengalami benjol di kepala, diduga akibat terkena lemparan batu. Selain itu beberapa fasilitas di dalam ruangan karaoke tersebut rusak. Usai melakukan penyerangan ketiga pelaku langsung melarikan diri.

Atas kejadian tersebut, Abdul Aziz mendatangi Mapolres Lubuklinggau guna melaporkan insiden yang dialaminya ke SPK dan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Saya tidak takut, saya akan terus melawan dan tetap mengkritisi terkait korupsi gedung AKN,” tegasnya.

Sementara itu Manajer Karaoke Inul Vizta, Mahendra membenarkan adanya penyerangan dan pengrusakan beberapa fasilitas di tempat karaokenya. “Saya mendapat telpon bahwa di salah satu room telah terjadi keributan, dan beberapa fasilitas kami rusak,” kata Mahendra.

Terpisah, Kapolres Lubuklinggau, AKPB Sunandar melalui Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Ali Rojikin didamping Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Timur, Ipda Hartam membenarkan kejadian insiden kekerasan terhadap korban salah satu pengunjung tempat karaoke.

“Memang benar ada terdapat insiden diduga kekerasan dialami salah satu pengunjung karaoke pada Jumat malam. Adapun dari kejadian tersebut akan kita lakukan proses hukum, dan saat ini tengah didalami,” imbuhnya.

TEKS / FOTO : RH. AIZULLAH




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *