2018, LPM Ukhuwah Dipimpin Nopri Ismi

Nopri Ismi Ketua LPM Ukhuwah terpilih

PALEMBANG I KSOL — Nopri Ismi, resmi terpilih menjadi Pemimpin Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah 2018 secara aklamasi.

Penetapan itu hasil Musyawarah Anggota LPM Ukhuwah yang dilaksanakan di Student Center, Universita Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, 30 Desember 2017. Pemilihan ini sempat alot.

Para peserta musyawarah saling lempar nama Anggota LPM Ukhuwah untuk dicalonkan sebagai Bekal Calon (Balon) Pemimpin Ukhuwah 2018 secara terbuka.

Nama-nama yang diusulkan sebagai Balon Pemimpin Ukhuwah 2018 itu, yakni Nopri Ismi, Raenal Fikri, Maya Citra Rosa, Janero Desen, Andreanto dan Sobarudin.

8“Kita mengutamakan musyawarah, ada mekanisme untuk melanjutkan Balon menjadi Calon Pemimpin Umum, caranya peserta musyawarah secara terbuka menyepakati nama-nama yang akan menjadi calon,” ujar Presidium 1 Musrah LPM Ukhuwah 2017, Rebi Alsa.

Hasinya ada empat nama yang tersaring, yaitu Nopri Ismi, Raenal Fikri, Maya Citra Rosa dan Sobarudin. Untuk nama-nama yang tercegal, tak ada upaya protes dari para pendukung yang mengusulkan sebelumnya.

Sesuai AD-ART LPM Ukhuwah dan kesepakatan Anggota Musra, prosedur selanjutnya para nama yang terjaring sebagai Calon Pemimpin diminta untuk menyatakan kesiapan baik secara lisan dan tertulis, berupa surat pernyataan diatas materai 6 ribu.
“Penyataan tertulis ini untuk penegasan komitmen,” ujar Presidium 1 disela rapat.

Pengucapan pernyataan kesiapan sebagai Calon Pemimpin Umum LPM Ukhuwah priode 2018 diawali oleh Nopri Ismi. Dengan suara lambat, ia menegaskan siap menjadi Calon Pemimpin Ukhuwah.

“Saya tidak ingin mengecewakan dukungan teman-teman,” ujarnya.
Seusai Nopri Ismi mengucapkan kesiapannya, diskusi yang alot kembali terjadi. Penyebabnya Maya Citra Rosa, selaku Balon yang disepakati menjadi Calon Pemimpin Ukhuwah 2018 menolak untuk mengucapkan komitmen kesiapan itu.

“Sudah cukuplah untuk selanjutnya, karena sudah ada satu calon yang menyatakan siap,” teriaknya ketus dengan muka pucat dan mata berkaca-kaca.

Namun Peserta Musra menolak usulan Maya Citra Rosa. Forum sepakat untuk keempat calon tersebut menyatakan komitmen satu persatu.

Selanjutnya, pengucapan komitmen siap menjadi Calon Pemimpin Ukhuwah dilisankan oleh Raenal Fikri, dengan tegas ia menyatakan tidak bersedia. Sobarudin juga tidak bersedia dan Maya Citra Rosa tetap dengan pilihannya yaitu tidak bersedia.

“Sesuai AD-ART, apabila ada satu Calon Pemimpin Umum yang bersedia maka akan ditetapkan menjadi Pemimpin Umum Ukhuwah secara aklamasi,” lanjut Presidium 1.

Akhirnya forum sepakat menetapka Nopri Ismi sebagai Pemimpin Umum LPM Ukhuwah 2018 secara aklamasi. Forum Musra LPM Ukhuwah juga menetapkan tiga nama sebagai Made-Formatur, yakni Robiansyah, Ahmad Supardi dan Fauzan Al Ikhsan.

Atas kepercayaan yang diberikan kepada Nopri Ismi, ia menegaskan akan menjalankan amanat ini sebaik mungkin. Ia yakin, kedepan sinergi kerjasama antar Anggota LPM Ukhuwah akan lebih baik.

“Saya sudah mempertimbangkan secara sadar tanpa intimidasi dari siapapun, LPM Ukhuwah akan kita bangun bersama. Hilangkan batas skat, kelompok, demi kemajuan LPM Ukhuwah,” ujarnya.

PLT Pemimpin Umum LPM Ukhuwah 2017 Maya Citra Rosa, melalui Ellyvon Pranita mengatakan menjadi pemimpin itu paling utama loyalitas.

“Bila ada yang baik dari kepengursan sebelumnya maka harus dicontoh, bila jelek; tak perlu,”katanya disela penyampaian laporan pertanggungjawaban.

Ellyvon Pranita adalah Pemimpin Umum LPM Ukhuwah yang terpilih untuk priode 2017. Namun, pada bulan November 2017 lalu, ia telah menyelesaikan tugas akhir kampus dan wisuda dari UIN Raden fatah Palembang.
Atas kesepakatan Anggota LPM Ukhuwah, kepemimpinan yang kosong itu diamanatkan kepada Maya Citra Rosa, yang sebelumnya menjabat sebagai Pemimpin Redaksi 2017.

Alumni LPM Ukhuwah, Fauzan Al Ikhsan mengatakan tak mempersalahkan siapun menjadi Pemimpin Umum Ukhuwah, apalagi yang terpilih itu hasil musyawarah anggota, namun ia meminta kepada seluruh anggota untuk saling mendukung melaksanakan program yang disepakati.

Menurutnya perbedaan sudutpandang atau pilihan, terutama saat musra ini harus selesai. “Kita harus bersatu lagi untuk saling dukung menyukseskan program,”tegasnya.

TEKS : RELEASE




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *