Pemutaran diundur, “Film Meniti 20 Hari” diputar lagi Januari 2018

PALEMBANG  I  KSOL –  Pemutaran film “Meniti 20 Hari” (M20H) yang batal diputar pada Hari Minggu 19 Desember 2017 di Komplek Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Palembang di Balayudha membuat banyak penoton bertanya-tanya.

Sejumlah peminat film M20H yang seharusnya ingin menonton pada hari tersebut sempat melakukan complain kepada Tim Pemutaran film M20H di Palembang. Bahkan diantaranya ada yang complain kepada  Jadi Saidi, salah satu pemain dalam film tersebut.

“Ada beberapa penonton yang sudah menunggu hari Minggu, tapi karena batal mereka kemudian sempat complain dengan saya,” ujarnya, Kamis, (22/12/2018).

Salah satu adegan film MENITI 20 HARI di Desa Talang Balai II Ogan Ilir Sumsel

Menanggapi hal itu, Robiyatul Maulana dan Asisten Koordinator Yoga Lugaswara Pratama pemutaran film M20H di Palembang menyatakan pengunduran pemutaran film ini karena ada kendala teknis, sehingga jadwal yang seharusnya diputar harus ditunda pada Januari 2018.

“Karna ada kendala teknis dan jadwal pemutaran yang beriring dengan akhir tahun sehingga pemutaran film ini kami tunda. Tidak dibatalkan tapi waktunya saja disesuaikan dengan agenda akademik dan liburan akhir tahun,” ujarnya saat dikonfrmasi kabarsumatera.com

Terkait dengan hal itu, Roby dan tim-nya menyatakan permohonan maaf atas ketidak nyamanan kepada penonton yang tertunda menonton film yang diproduksi Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah.

“Kami minta maaf, semoga para pencinta dan penonton film Meniti 20 Hari ini dapat memaklumi dan dapat bersabar untuk menantikan pemutaran selanjutnya. yang Insya Allah akan kita putar pada Bulan Januari. Tapi masalah tanggal belum bisa kami tentukan, Insya Allah akan kami kabarkan secepatnya,” tambahnya.

Terpisah, Sukriyanto AR, Ketua LSBO PP Muhammadiyah mengatakan, film yang mengadaptasi kisah A.R Fachruddin muda ini mengandung unsur pendidikan karakter yang baik untuk anak muda zaman sekarang.

Film sebagai salah satu upaya Muhammadiyah untuk melakukan reformasi budaya, lewat berbagai bidang seperti film, musik, dan lainnya.

Khususnya di Sumsel, untuk menggali potensi seni bagi kader Muhammadiyah terutama dalam konteks seni dan budaya.

Melaui film ini diharapkan kedepannya juga bisa melahirkan film-film lainnya sehingga akan muncul bintang baru, penulis cerita, dan sutradara baru dari Muhammadiyah, terutama dari kader2 Muhammadiyah di Sumsel.

Diinformasikan, film ini menceritakan para kaum muda yang tergabung dalam kepanduan Hizbul Wathan (HW) Muhammadiyah yang melakukan perjalanan sepanjang 1.300 km menaiki sepeda dari Palembang ke Medan.

Para pemuda yang menaiki sepeda harus berjalan hingga 20 hari lamanya untuk menghadiri kongres ke-28. Perjalanan tersebut dipimpin Abdul Razak (A.R) Fachruddin (saat muda) yang juga merupakan ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1969-1980. Film ini sebelumya sudah dilounching oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada 18 Maret 2017 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

TEKS :  T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *