Bupati Muaraenim : penggunaan DD jangan sekadar belanja, tapi harus bermakna

MUARA ENIM | KSOL -‎  Bupati Muara Enim, Ir H Sai Sohar menegaskan kepada masyarakat Kabupaten Muara Enim dan pemangku kepentingan di Desa agar penggunaan Dana Desa (DD) bukan sekadar membelanjakan anggaran semata, tetapi harus  lebih bermakna  terhadap peningkatan pembangunan di desa.

Hal itu dikatakan bupati saat membuka Bursa Inovasi Desa (BID) dan Pameran Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM), di halaman Gedung Olahraga (GOR) Pancasila Muara Enim, Jumat (17/11/2017) siang.‎

Lebih lanjut bupati mengatakan BID ini seharusnya dapat meningkatkan kualitas penggunaan DD dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan sikap warga untuk selalu melakukan inovasi, sekaligus meningkatkan  kepekaaan pemeritah desa terhadap kebutuhan masyarakat desa dan membangun kapasitas desa yang mandiri.

Hal yang tidak kalah pentingnya menurut bupati agar BID yang selenggarakan dapat menjembatani kebutuhan pemerintah desa terhadap upaya penyelesaian masalah pelayanan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal pembangunan desa.

GUNTING PITA — Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK DR Hj Shinta Paramita Sari saat melakukan pengguntingan pita tanda dibukanya Bursa Inovasi Desa dan Pameran UMKM dalam rangkaian Hari Jadi atau Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muara Enim ke 71, di halaman Gedung Olahraga (GOR) Pancasila Muara Enim, Jumat (17/11/2017) siang.‎

Sebab menurut bupati, hal ini terkait dengan penggunaan  DD yang nantinya dalam pemanfaatan melalui programnya dapat efektif dan inovatif, sekaligus dapat menguatkan komitmen warga dan pemerintah dalam membangun desa.

“Pengaruh utama kegiatan ini untuk menumbuhkan sikap inovatif yang diharapkan dapat mendorong efektivitas penggunaan atau investasi dana di desa, sekaligus peningkatan kapasitas dan pelayanan serta pengelolaan program secara sistematis,” tegasnya.

Lebih lanjut bupati mengatakan, setelah BID harus mendorong munculnya program dan kegiatan desa yang mengoptimalkan pelayanan dan pembangunan infrastruktur, maksimalisasi sarana prasarana desa yang dibutuhkan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Pada kegiatan 3 hari yang diikuti 20 kecamata di Muaraenim ini, Drs Emran Tabrani M.Si, Kepala Dinas (Kadin) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Muara Enim, megharapkan di masa mendatang kegiatan ini akan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim.

Materi  BID menampilkan 50 inovasi desa yang telah disiapkan Direktorat Jenderal PPMD kementerian desa, pembangunan desa tertinggal (PDT) dan transmigrasi  RI yang diperoleh dari Inovasi di Indonesia.

Ke-50 bentuk inovasi itu ditampilkan kepada desa-desa agar dapat diterapkan sesuai dengan potensi desa masing-masing. Diantara inoveasi itu ditampilkan juga inovasi desa yang berasal dari sejumlah desa dan pameran UMKM dalam Kabupaten Muara Enim.

Kegiatan yang dibiayai DIPA Dekonsentrasi Ditjen PPMD, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Tahun Anggaran 2017 menurut  Emran Tabrani, didasari surat keputusan (SK) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia No.83 Tahun 2017 tentang Hg penetapan.

Selain itu, berlandaskan surat keputusan (SK) Bupati Muara Enim No:708/KPTS/DPMD/2017 tanggal 03 Oktober 2017 tentang Tim Inovasi Kabupaten Program Inovasi Dalam Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2017, serta DIPA Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2017.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *