Pemerintah Muratara Adakan Pertemuan dengan Massa Pemblokir Jalinsum

MUSI RAWAS UTARA | KSOL  — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) mengadakan pertemuan dengan massa yang melakukan pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) terkait permasalahan Bacalondes Karang Anyar.

Pertemuan tersebut berlangsung di auditorium lantai II Sekretariat Daerah (Setda) Muratara, Selasa (14/11/2017), dimulai pada pukul 11:00 WIB. Diberitakan sebelumnya, aksi protes massa dipicu karena pengumuman hasil tes tertulis Bacalondes Karang Anyar ada dua versi.

BACO BERITA SEBELUMNYO : Ironis, anak-anak ikut blokir Jalinsum Muratara

Dimana versi Pemerintah Kecamatan Rupit Bacalondes atas nama Martono dinyatakan lolos tes tertulis, sementara versi Dinas PMD-P3A Muratara, Martono tidak lolos. Akhirnya berujung pemblokiran Jalinsum yang dilakukan para simpatisan Martono.

Atas permasalahan ini, Pemkab Muratara ‎mengambil langkah untuk mengoreksi ulang lembar jawaban tes tertulis dari keenam kandidat Bacalondes Karang Anyar, Kecamatan Rupit tersebut.

Namun untuk memberikan keamanan selama proses koreksi berlangsung, ratusan aparat kepolisian dari Polres Musi Rawas disiagakan, supaya proses koreksi ulang itu benar-benar berjalan aman dan lancar.

Proses koreksi ulang hasil tes tertulis ini dihadiri langsung oleh Bupati Muratara, H M Syarif Hidayat, Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi, Wakil Bupati (Wabup) Muratara, H Devi Suhartoni, Sektretaris Daerah (Sekda) Muratara, H Abdullah Makcik dan tim panitia Pilkades Kabupaten, keenam Bacalondes Karang Anyar, serta perwakilan masyarakat Karang Anyar yang ikut demonstrasi.

Tim koreksi hasil tes tertulis ditunjuk langsung sebagai Ketua Tim yakni Wabup Muratara, H Devi Suhartoni dan anggotanya, Kabag Hukum Setda Muratara, Effendi Aziz dan perwakilan Dinas Pendidikan Muratara, Rusdi.

Agar pengoreksian dapat dipertanggungjawabkan, tim koreksi diambil sumpahnya di bawah Al-Quran. “Kita lakukan secara terbuka, transparan, kita tidak ingin ada hal yang tidak diinginkan, maka dari itu para korektor bekerja di bawah sumpah,” kata Bupati Muratara, H M Syarif Hidayat.

Bupati menegaskan, apapun hasilnya, merupakan keputusan akhir dan harus ditaati. “Tidak ada gugat menggugat lagi,” tegasnya, sembari menyanyangkan adanya aksi pemblokiran Jalinsum di Desa Karang Anyar.

Menurutnya, masyarakat harus ada rasa memiliki, sehingga wajib menjaga keamanan yang kondusif, apabila ada permasalahan sampaikan aspirasi ke Pemkab Muratara, bukan dengan cara mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi, SIK menyampaikan, dirinya menilai untuk pelaksanaan Pilkades tidak perlu harus hadir pasukan polisi seperti saat ini.

“Melalui proses koreksi ulang ini, saya minta Bacalondes yang tidak lulus harus berlapang dada, berbesar hati menerima keputusan yang benar. Saya tekankan jangan memaksakan kehendak, apalagi menggerakkan massa untuk mengganggu ketertiban umum,” katanya.

Lanjut Kapolres, seandainya pada saat pemblokiran jalan ada yang sakit dan harus segera ditangani, tapi karena pemortalan pastinya akan terjadi hal yang berdampak lebih fatal.

“Jadi jaga Kamtibmas tetap kondusif, tidak ada lagi pemortalan, malu Muratara terekspos seperti ini terus. Pemortalan jalan umum, sesusai dengan pasal 192 KUHP apabila mengganggu ketertiban umum bisa dikenakan sanksi kurungan pidana 9 tahun,” tegasnya.

Terpisah, Sekda Muratara, H Abdullah Makcik mengatakan, dari hasil koreksi tersebut, maka didapat lima kandidat yang akan maju untuk mengikuti pesta demokrasi di tingkat desa, dan Martono sebagai pengungat masih peringkat enam, dan otomatis tidak lolos.

“Karena sesuai dengan aturan Permendagri jika lebih dari lima orang maka dilakukan tes tertulis, maka dari hasil tes tersebut Martono tetap tidak lolos,” jelas Abdullah Makcik.

Diharapkan kedepan tahapan Pilkades bejalan dengan baik dan tidak ada gejolak apapun, kemudian bagi yang tidak lolos harus berbesar hati, karena mungkin belum diberikan kesempatan dan bisa mencoba lagi pada periode selanjutnya.

“Harapan kita supaya aman-aman saja dan tidak ada gejolak lagi kedepannya, begitupun untuk desa-desa yang lainnya, jaga kondusifitas daerah kita ini, demi kemajuan Kabupaten Muratara,” pungkasnya.

TEKS/FOTO : RAHMAT AIZULLAH  | EDITOR : T PAMUNGKAS 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *