Ironis, Anak-Anak Ikut Blokir Jalinsum Muratara

MUSI RAWAS UTARA | KSOL  — Lagi, lagi dan lagi, warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mengadakan aksi demonstrasi hingga berujung penutupan Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum).

Kali ini, warga menutup Jalinsum di wilayah Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit. Massa menuntut kejelasan terkait penetapan hasil pengumuman seleksi Bakal Calon Kepala Desa (Balonkades) Karang Anyar.

Penutupan itu berawal ketika puluhan massa mengadakan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Muratara dan kantor Dinas Pemerintah Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A), namun tidak membuahkan hasil.

Pemicu panasnya emosi warga Desa Karang Anyar ini dilatarbelakangi oleh adanya dua surat pengumuman hasil tes tertulis Bacalondes yang berbeda.

Surat pertama, berdasarkan hasil penilaian panitia tingkat kabupaten yang dikeluarkan pada Kamis (09/11/2017), menyatakan Bacalondes bernama Martono tidak lulus karena berada di pososi ke 6, sementara Bacalondes bernama Idris berada di peringkat pertama.

Aksi pembakaran ban oleh pesera demo di Muratara, (10/11/2017) FOTO : DOK.KSOL/RAHMAT

Sedangkan surat kedua, pengumuman yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kecamatan Rupit, menyatakan Martono lulus tes tertulis pada peringkat ke 5 dan Idris tidak lulus karena berada di peringkat ke 6.

Akibat keluarnya dua surat pengumuman yang berbeda tersebut, sehingga saat mengikuti tes narkoba, pada Jumat (10/11/2017), ke 6 Bacalondes itu hadir, akhirnya tes darah dibatalkan kecuali 24 desa lainnya yang dilanjutkan karena tidak bermasalah.

Permasalahan itu berdampak hingga hari Senin (13/11/2017), dimana ratusan masyarakat dari Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit yang merupakan simpatisan pendukung Martono, menuntut supaya Martono diikutsertakan dalam Pilkades.

BACO BERITA TERKAIT LAINNYO : Pemerintah Muratara adakan pertemuan dengan massa pemblokir Jalinsum

Kedatangan warga juga membawa spanduk yang bertuliskan di karton, “Martono ku sayang Martono ku didusta‎, kami masyarakat Karang Anyar menginginkan Martono diikutsertakan pada Pilkades 2017, kenapa orang yang dicintai rakyat harus ditinggalkan‎, jangan rampas hak rakyat di dalam memilih pemimpinnya.”

Perwakilan warga Karang Anyar, Susanto mengatakan, keinginan masyarakat supaya Martono diikutsertakan dalam Pilkades atau batalkan Pilkades di Desa Karang Anyar. “Yang kami sampaikan ini merupakan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, sebagai pemuda Karang Anyar juga meminta pemerintah untuk mendengar aspirasi masyarakat dan mempertanyakan kenapa hasil keputusan tes tertulis dari Kecamatan Rupit dan Dinas PMD-P3A berbeda?

“Jadi wajar kami masyarakat mempertanyakan hal itu. Kenapa hasil keputusannya berbeda? Sehingga jangan salahkan masyarakat mengadakan aksi ini, tidak ada yang dipaksa demo ini, tapi keinginan masyarakat sendiri,” ungkapnya.

Sementara, Kepala DPMD-P3A Kabupaten Muratara, Firdaus mengatakan keputusan dari pihak kecamatan tersebut tidak ada landasan atau dasarnya. Sehingga keputusan tersebut dibatalkan dan itu harus disampaikan kepada masyarakat Desa Karang Anyar.

“Kami sudah melakukan rapat dengan Pak Bupati, dan memanggil pihak kecamatan, inspektorat untuk menggunakan hasil yang ada di panitia tingkat kabupaten. Sebab keputusan camat itu tidak mempunyai landasan,” jelas Firdaus.

Sementara itu, Camat Rupit Nafrizal tidak berada di kantor saat hendak ditemui para awak media. Bahkan kondisi kantor dalam keadaan sepi. Saat dihubungi melalui via telepon pribadinya dalam keadaan tidak aktif.

Kedatangan puluhan massa ke Kantor Dinas PMD-P3A Muratara tak berlangsung lama setelah mendapat tanggapan dari kepala dinasnya. Namun massa tidak terima dengan keputusan yang disampaikan Kepala Dinas PMD-P3A.

Akhirnya massa bergerak ke desanya dan melakukan penutupan Jalinsum. Penutupan dilakukan sekitar pukul 13:30 WIB dengan membakar ban bekas pada kedua sisi Jalinsum yang berlawanan arah.

Warga juga meletakkan tempat duduk yang terbuat dari kayu dan bambu di tengah Jalinsum. Ironisnya, tempat duduk yang melintang di jalan tersebut diduduki dan dihadang oleh puluhan anak-anak yang masih sekolah, seperti yang terlihat di foto.

Akibatnya, puluhan kedaraan baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Sementara kemacetan pada kedua sisi jalan yang berlawanan diperkirakan mencapai 5 kilometer. Bahkan hingga pukul 18:00 WIB malam kondisi jalanpun masih terbelokir.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Muratara, Haidir Kelingi mengatakan, pihaknya telah menjelaskan kepada warga bahwa aksi penutupan Jalinsum sangat mengganggu aktifitas masyarakat secara nasional.

“Kami minta supaya Jalinsum ini dibuka, jangan sampai warga yang lain terganggu karena tidak bisa melintas,” katanya.

Sedangkan, Wati warga Desa Karang Anyar yang ikut melakukan penutupan Jalinsum mengatakan, tidak akan membuka pemblokiran Jalinsum sebelum ada keputusan hitam di atas putih.

“Martono harus masuk lulus jadi calon Kades, kalau tetap digugurkan, jalan tidak kami buka,” katanya.

Sementara, Pjs Kades Karang Anyar, Japarin sudah mencoba menengahi dan memberikan pengertian supaya warga tidak memblokir Jalinsum dan meminta agar warga menyampaikan aspirasi secara baik-baik. “Saya sudah meminta Jalinsum dibuka jangan sampai memperkeruh keadaan,” katanya.

Kapolsek Muara Rupit, AKP Yulfikri mengatakan, pihaknya sudah mendampingi kegiatan unjuk rasa di kantor Pemkab Muratara dan kantor Dinas PMD-P3A.

Ditegaskannya, pelaksanaan aksi demonstrasi ini tidak ada izinnya, sehingga jika menurut aturan pihaknya bisa melakukan  tindakan.

“Karena kami sayang dengan masyarakat, diharapkan dibuka supaya tidak menggangu aktifitas pengguna Jalinsum,” tegasnya.

Proses tuntutan masyarakat tetap berjalan dan disampaikan ke pak Bupati, sementara aktifitas masyarakat tidak tertanggu.

“Yang menjadi khawatir adanya aksi penutupan Jalinsum ini malah dimanfaatkan para pelaku penodongan untuk melancarkan aksinya,” ujar dia.

TEKS / FOTO : RAHMAT AIZULLAH | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *