DPD IMM Sumsel siapkan teknis Pemutaran Film “Meniti 20 Hari”

PALEMBANG | KSOL‎ –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Selatan siap mendukung secara teknis terhadap rencana pemutaran film “Meniti 20 Hari” di Palembang.

Hal itu dikemukakan Robiyatul Maulana, aktifis IMM yang ditunjuk sebagai Koordinator teknis dalam penyiapan pemutaran film yang diproduksi Lembaga Seni Budaya dan Olah Raga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, usai konferensi pers di Angkringan Kopi Hitam,  Simpang Sekip Palembang, Sabtu (11/11/2017).

DPD IMM SUMSEL — Tim DPD IMM Sumsel sedang berpose dengan sejumlah pemian dan pendukung film “Meniti 20 Hari” dalam Jumpa Pers tadi malam, Sabtu (11/11/2017)

Lebih lanjut Robi – panggilan akrab Robiyatul Maulana mengatakan, DPD IMM Sumsel sudah menyiapkan tim untuk memastikan lokasi dan penonton yang akan menjadi sasaran penjualan tiket.

“Untuk mensukseskan peluncuran film ini, saya sudah mempersiapkan tim untuk membantu saya dalam melakukan berbagai teknis. Diantaranya persiapan gedung yang Insya Allah akan diadakan di berbagai titik di Palembang,” ujarnya kepada kabarsumatera.com

Robi menyebutkan, diantara Gedung yang dinilai strategis salah satunya Auditorium Muhammadiyah Sumatera Selatan, Aula SD Muhammadiyah 14 Palembang di Balayudha, Aula Stikes Aisyiyah Palembang dan Stikes Muhammadiyah Palembang.

Tentang mobilisasi massa untuk menjadi penonton film ini, Robi mengatakan tim-nya akan bekerja maksimal dan memberikan yang terbaik untuk menyuskses pemutaran film ini.

“Kami dari tim pendukung, siap bekerja dengan penuh semangat demi berjalannya pemutaran film Meniti 20 Hari di Palembang,” tegasnya.

Direncanakan, film ini akan diputar antara tanggal 1-14 Desember 2017. “Tentang kepastian waktu dan tanggal akan kami sampaikan secepatnya,” ujar Robi.

Sementara itu, Jumadi, Ketua DPD IMM Sumsel mengatakan, sebagai organisasi yang bernaung dibawah persyarikatan Muhammadiyah, IMM sangat antusias dalam menyambut rencana pemutaran film ini. Sebab menurut Jumadi, film ini merupakan hasil karya persyarikatan melalui LSBO PP Muhammadiyah.

Film yang berkisah tentang KH A.R Fachruddin muda, Ketua Umum PP Muhammadiyah (periode 1968-1990) banyak pesan yang bisa diambil oleh kalangan muda. Dari film ini menurut Jumadi, setiap aktifis baik di internal atau di luar Muhammadiyah dapat mengambil pelajaran semangat juang seorang A.R Fachruddin muda.

“Semangatnya wajib di contoh pemuda zaman sekarang yang sudah mulai meredup. Kaum muda adalah agen change, agen perubahan yang harus tetap menjaga semangat juang sebagaimana yang dipesankan dari film ini,” ujarnya.

ACTION — Suasana action sejumlah pemain saat pengambilan gambar di Taman Wisata Punti Kayu Palembang dalam Film “Meniti 20 Hari” produksi LSBO PP Muhammadiyah

Seperti disampaikan melalui siaran persnya tadi malam, Sabtu (11/11/2017), film ini mengisahkan tentang pengalaman KH AR Fachruddin muda. Beliau memimpin. Awal kiprah dari AR Fachruddin di Muhammdiyah, diawali saat beliau bertugas sebagai pengajar di Ulak Paceh Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan.

Film ini diambil saat pengalamannya di tahun 1939, saat harus menghadiri kongres Muhammadiyah ke 20 di Medan. Di mana jarak tempuhnya antara Ulak Paceh ke Medan berkisar 1.300 km.

Sebagai pemuda kepanduan Muhammadiyah, (Hizbul Wathon), pemuda yang energik dan penuh inisiatif, A.R Fachrudin memutuskan untuk menghadiri kongres di Medan saat itu dengan mengendarai sepeda bersama teman-teman satu kelompoknya di kepanduan Hizbul Wathon. Bisa dibayangkan suasana di tahun itu, Sumatra dengan jarak tempuh 1.300 km, tentunya banyak hal hal menarik dari pengalaman tersebut untuk diangkat ke dalam sebuah film.

TEKS : (RELEASE) DPD IMM SUMSEL | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *