2017, PTBA targetkan peningkatan penjualan sebesar 23,17 juta ton  

MUARA ENIM | KSOL  — Sekretaris Perusahaan (sekper) PT Bukit Asam (persero) Tbk (PTBA), Adib Ubaidillah, mengatakan tahun 2017 PTBA menargetkan peningkatan penjualan sebesar 23,17 juta ton. “Dengan komposisi 15 juta ton untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 8,17 juta ton untuk ekspor. Target penjualan domestik ini naik 22% atau 2,7 juta ton dibandingkan tahun lalu,” ujarnya saat silahturahmi dengan puluhan awak media di Muara Enim, Rabu (4/10/2017).

Lebih lanjut Adib menambahkan, dalam menghasilkan batu bara berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar, PTBA tetap menerapkan efisiensi dalam proses produksinya.

Tampak suasana silahturahmi yang digelar management PTBA bersama puluhan awak media yang bertugas di kabupaten Muara Enim
Jalin Komunikasi, Sekper PTBA Silahturahmi Dengan Awak Media di Muara Enim (Foto.Dok/KSOL/Aldo)

Menurut Adib, adanya PLTU 3×10 MW di Tanjung Enim dan PLTU 2×8 MW di Pelabuhan Tarahan milik sendiri yang dioperasikan untuk kebutuhan PTBA, merupakan langkah menekan biaya produksi dan optimalisasi peralatan penambangan dengan menggunakan listrik untuk mampu beroperasi penuh tanpa ketergantungan sumber tenaga listrik dari pihak ketiga.

 Pada kesempatan itu, Adib juga menyatakan PTBA  berhasil mencatatkan laba bersih pada semester I 2017 sebesar Rp 1,72 triliun atau naik sebesar Rp 1,01 triliun, jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 711,8 miliar.

Adib mengemukakan, sepanjang Januari – Juni 2017, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp 8,97 triliun atau naik 32,7% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Sehingga perolehan Net Profit Margin PTBA sebesar 19,2%, Gross Profit Margin sebesar 37,3%, dan Operating Profit Margin sebesar 26,6%,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Adib volume produksi PTBA sepanjang semester I  tahun 2017, juga mengalami kenaikan menjadi 11,36 juta ton atau meningkat 13,4% dari periode yang sama tahun 2016 sebesar 10,02 juta ton.

Dari volume penjualan tersebut, volume penjualan ekspor sebanyak 4,16 juta ton atau naik 11,4% dan volume penjualan domestik sebesar 7,20 juta ton, naik 14,6%. Peningkatan penjualan ini karena meningkatnya permintaan atas batu bara Bukitasam-48 dan Bukitasam-50 dari pasar ekspor dan domestik.

“Dari sisi capaian operasi pada volume 6 bulan pertama sebanyak 11,36 juta ton. Dibandingkan tahun lalu meningkat 13 persen. Target operasi tahun 2017 ini 23,17 Ton,” terang Adib yang didampingi bagian Humas, Asmara Karma, A‎nis Fuad dan Eka Merdekawati.

Dari sisi volume produksi batu bara pada semester I tahun 2017 tercapai 9,43 juta ton atau 123,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,65 juta ton.  “Begitupun dari sisi angkutan batu bara juga mengalami peningkatan volume batubara yang diangkut menuju Tarahan dan Kertapati,” katanya.

Adib menambahkan, pada semester I  tahun 2017, volume angkutan batu bara dengan kereta api mencapai 10,2 juta ton atau naik 20,6% dibandingkan volume angkut pada periode sama di tahun 2016 sebesar 8,5 juta ton.

Pada kesempatan itu, Adib juga menyatakan, PTBA telah menandatangani kontrak dengan PT Kereta Api Indonesia ( KAI) untuk mengangkut batu bara dari Tanjung Enim sebesar 20,48 juta ton pada 2017 ini, masing-masing 17,24 juta ton menuju Pelabuhan Tarahan dan 3,2 juta ton menuju Dermaga Kertapati.

“Hal ini dilakukan untuk mencapai target 2017 dengan pencapaian pada semester I tahun 2017 dan untuk memenuhi target produksi Batubara PTBA tahun 2017 sebesar 21,92 juta ton,” tegasnya.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *