Awas! Masih bandel melintas, truk Batubara akan ditilang dan dipaksa putar balik

TANJUNG ENIM | KSOL —  Banyaknya truk Batubara yang melanggar ketentuan waktu operasional, memaksa Satuan Lalulintas (Satlantas)  Polres Muara Enim melalui jajaran Polsek di Kabupaten Muaraenim melakukan penertiban truk angkutan Batubara, tak terkecuali Polsek Kecamatan Lawang Kidul.

Terlebih, di depan Kantor Polsek Lawang Kidul hampir setiap waktu dilintasi truk angkutan Batubara. Parahnya, tak jarang deretan panjang truk acapkali membuat jalanan macet. Tak urung, sejumlah pengguna jalan mengadu ke Polsek, agar segera melakukan penertiban.

Kapolsek Lawang Kidul, AKP Yosef Rizal, SH menjelaskan, kemacetan panjang di jalan umum seharusnya tidak terjadi, bila truk angkutan Baturbara menaati ketentuan. Sebab merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) Sumsel No.23 Tahun 2012, tentang tata cara operasional angkutan Batubara,  seharusnya truk angkutan Batubara melakukan aktifitas mulai pukul 18.00-05.00 WIB. “Namun kenyatannya, masih banyak yang melanggar ketentuan, makanya kita melakukan razia secara rutin,” ujarnya saat di temuai di sela-sela kesibukanya melakukan razia, Selasa (19/9/2017).‎

Kapolsek Lawang Kidul AKP Yosef Rizal SH beserta anggotanya saat melakukan tilang kelengkapan surat menyurat‎. (Foto : Dok.KSOL/Aldo)

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, razia ini dilakukan berdasarkan keluhan dan laporanWarga. Mereka merasa terganggu dengan maraknya truk angkutan Batubara yang melintas, baik yang bertonase sedang maupun besar, apalagi diantara truk melintas pada pagi hingga siang hari.

“Jadi apa yang kami lakukan ini, karena setiap harinya kami menerima laporan dan sms dari masyarakat. Apalagi keberadaan Polsek ini kan di tengah Pasar Tanjung Enim. Jadi kalau macet sedikit, masyarakat datang ke Mapolsek. Kalau satu saja mobil besar atau truk tronton boleh lewat, pasti nanti di belakangnya truck yang kecil atau sedang ikut juga lewat, karena kalau kita larang, mereka akan protes ke kami,” ujarnya.

Disinggung makin maraknya truk angkutan Batubara yang bandel, Kapolsek menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan tindakan secara professional, dengan cara tilang dan putar balik.

“Kita tilang dan kita arahkan untuk putar balik ke tempat asalnya, agar tidak menumpuk di pinggir jalan umum, baik dari arah Tanjung Enim hingga ke arah Kota Muara Enim,” tegasnya.

Kapolsek juga menjelaskan dalam pekan terakhir, pihaknyanya sudah mendengar adanya imbauan terbaru tentang perubahan waktu melintas bagi truk angkutan Batubara. Isinya, terkait dengan permintaan trasportir Batubara untuk bisa melintas lebih awal dari biasanya.

Sejumlah transportir mengajukan  penawaran, agar truk angkutan Batubara boleh keluar dari tambang mulai pukul 16.00 WIB menuju ke poll di Muara Enim untuk dikumpulkan dan diberangkatkan. Melalui aturan itu, para transportir berjanji akan mengatur pemberangkatan truk, sehingga tidak akan menimbulkan kemacetan di jalan umum.

Namun menurut Kapolsek, imbauan resmi belum diterima. Meski demikian, Polsek Lawang Kidul akan melaksanakan imbaun itu. Sebab menurut Kapolsek, dirinya sudah konfirmasi dengan Kasatlantas Polres Muaraenim.

“Meski belum ada tembusannya, namun saya sudah konfirmasi langsung ke Kasatlantas Polres Muara Enim,” ujarnya.

Kapolsek berharap kepada pihak transportir Batubara, setelah ada imbauan baru seharusnya dapat mengatur waktu dari tambang, sehingga mobil yang diberangkatkan tidak seperti rentetan semut (konvoi).

“Ya diaturlah jaraknya, agar nanti tidak menimbulkan kemacetan panjang, terlebih di kawasan tengah pasar, sehingga tidak menumpuk. Jadi diatur satu-satu, karena kalau macet biasanya masyarakat pasti ke Polsek. Mereka berujar : macet, Pak! Macet! Tentu kita tidak enak kan sama masyarakat disini kalau tidak segera mengambil sikap. Jadi selagi masih ada pelanggaran, kita akan tetap melaksanaan penertiban, sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” ucap Kapolsek menirukan pengaduan sejumlah warga.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : IMRON SUPRIYADI



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *