Kualitas genetik bayi Indonesia hanya 14%

PALEMBANG | KSOL –– Kualitas genetik bayi akan sangat dipengaruhi kecukupan gizi. Di Indonesia, kecukupan gizi genetik bayi hanya berkisar 14%. Selebihnya masih kekurangan dan ada juga kelebihan.

Hal itu dikatakan Dr.dr.Martina Hutabarat, S.PoG, yang mengusung tema dampak penting kesehatan plasenta untuk perjalanan kehidupan si kecil pada talkshow yang digekar dalam acara Prenagen Pregnancy Educational Journey (PPEJ) di Novotel Palembang, Sabtu, (16/09/17).

Melihat kenyataan itu, sebagai dokter Martina khawatir bagaimana nasib Indonesia pada masa mendatang, jika kualitas genetik bayi yang lahir buruk.

Suasana Talkshow dalam PPEJ di Palembang Sabtu, (16/09/17). (Foto. Dok KSOL/Maya)

Oleh karena itu, saat ini ia fokus pada peningkatan pemahaman terhadap nutrisi ibu hamil. Hal ini dilakukan, menurut Martina sebagai salah satu upaya pendidikan terhadap orang tua agar di masa mendatang dapat melahirkan keturunan genetik yang optimal di Indonesia.

Lebih lanjut, Martina mengatakan masalah kehamilan sangat erat kaitannya dengan plasenta. Sebab Placenta berperan terhadap pembentukan kecerdasan atau kognitif  bagi bayi.

Plasenta atau yang sering disebut tembuni, menurut Martina merupakan suatu organ dalam kandungan pada masa kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan plasenta menurut Martina sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Sebab plasenta ini berfungsi sebagai pertukaran produk-produk metabolisme dan produk gas antara peredaran darah ibu dan janin, serta produksi hormon.

Selain itu, placenta juga berfungsi mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin sekaligus membawa karbondioksida dan sisa-sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu.  “Oleh sebab itu, perkembangan placenta akan sangat berpengarh pada kualitas genetik bayi,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Herbowo AF Soetomenggolo, SpA, kali itu mengrtisi sikap sejumlah orang tua yang khawatir terhadap kecacatan bayi yang baru lahir.

Menurutnya, selama ini sebagian orang tua cenderung mengkahawatirkan kecacatan fisik, seperti bercak hitam atau tanda lahir dan hal-hal kecil lainnya pada bayi yang baru lahir. Padahal menurut Herbowo, dalam dunia medis hal itu dianggap biasa atau normal.

“Namun, justru yang harus diperhatikan saat bayi yang baru lahir adalah berapa lingkar kepalanya. Sebab lingkar  dapat mempengaruhi cerdas atau tidaknya seorang anak,” ujarnya.

Menurutnya, anak yang memiliki lingkar kepala normal, cenderung lebih cerdas. Meskipun lingkar kepala anak tidak normal bukan sebagai indikasi anak akan bodoh.

“Saya tidak mengatakan jika lingkar kepala anak tidak normal lalu dia bodoh. Namun hal tersebut yang harus diperhatikan orang tua, dari pada harus mengkhawatirkan hal-hal yang dalam bidang medis, itu biasa terjadi,” tuturnya.

Herbowo menambahkan, dalam tumbuh kembang anak, sebanyak 40% dipengaruhi oleh internal genetik. Dalam hal ini IQ seorang ibu sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sementara 60% lainnya, dipengaruhi eksternal genetik, termasuk didalamnya nutrisi.

Menurut Herbowo, nutrisi yang paling baik bagi anak adalah Air Susu Ibu (ASI). Sebab nutrisi  ASI sangat mempengaruhi pembentukan system saraf pusat, mempengaruhi memori jangka panjang. “Selain itu nutiri ASI juga akan membentuk zat besi yang sangat penting bagi perkembangan otak. Maka dari itu, saya mendukung pemberian ASI bagi anak sejak lahir,” jelasnya.

Terkait dengan acara PPEJ, Senior Product Manajer, Sianne Permadi mengatakan melalui PPEJ, Prenagen ingin menjadi mediasi untuk kesehatan calon orang tua. Tujuannya, agar para ibu dapat melahirkan generasi platinum. Selain itu, PPEJ juga menjadi rangkaian kampanye Prenagen Peduli, Ibu Sehat Indonesia Sehat.

“Kita ingin memberikan ilmu yang dibutuhkan bagi orang tua, apalagi calon orang tua untuk mempersiapkan kelahiran bayinya,” kata Sianne.

Dalam kegiatan ini juga menghadirkan Brand Ambassador Prenagen dan aktris ternama, Andien yang membagikan pengalamannya menjadi orang tua baru dan mengonsumsi Prenagen sejak kehamilan hingga menjadi seorang ibu.

Rangkaian PPEJ yang fokus pada nutrisi yang sehat bagi 1,5 juta ibu hamil di Indonesia 2017, sebagai edukasi kesehatan ibu terbesar dengan roadshow PPEJ ke lima kota. Palembang menjadi kota terakhir dalam PPEJ.

Acara ini dirangkai dengan senam Prenafit, launching aplikasi pendamping kehamilan pertama di Indonesia, dengan slogan : Hallo Bumil serta konsultasi gratis dan penjelasan informasi seputar menu makanan sehat dari Prenagen.

TEKS : MAYA CITRA ROSA | FOTO : DOK.KSOL/MAYA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *