Kapolri Tito Sebut Isu Rohingya ‘Digoreng’ Untuk Serang Presiden Jokowi

JAKARTA | KSOL  —  Kapolri Tito Karnavian menyebutkan isu Rohingya sudah ‘digoreng sedemikian rupa’ oleh pihak tertentu untuk menyerang Presiden Jokowi. Meskipun aslinya isu ini adalah isu kemanusiaan, berdasarkan hasil penelitian (software Opinion Analysist) Tito melihat isu ini justru dimanfaatkan untuk membuat umat Islam Indonesia antipati terhadap pemerintah.

Konflik Rohingya yang kembali berkecamuk sejak akhir Agustus 2017 lalu menjadi sorotan umat Islam Indonesia. Sudah banyak gerakan yang dilakukan, mulai dari pengiriman bantuan, hingga berbagai aksi solidaritas untuk kaum Rohingya. Terlepas dari aksi-aksi tersebut, Tito Karnavian meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi isu Rohingya itu.

Pasalnya, dikutip dari CNN Indonesia, Tito menyiratkan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan ‘reaksi umat Islam Indonesia’ terhadap konflik Rohingya ini. ‘Kegelisahan’ umat Islam itu justru diarahkan untuk menggoyang pemerintahan Jokowi, dengan beberapa isu tambahan.

Kata Tito, “Dari hasil penelitian (software Opinion Analysist) isu (Rohingya) ini lebih banyak dikemas untuk ‘digoreng’ menyerang pemerintah, (bahwa Presiden Joko Widodo) dianggap lemah. Padahal pemerintah sudahme lakukan langkah yang pas (terkait konflik ini).”

Tito Karnavian juga menegaskan, kejadian yang dialami oleh kaum Rohingya, penderitaan dan pembantaian yang mereka alami di Rakhine, Myanmar, tidak berkaitan dengan agama tertentu. Dikutip dari Tempo.co, Tito menyebutkan, tragedi yang menimpa kaum Rohingya didasari permasalahan antara pemerintah Myanmar dengan sekelompok etnis yang dianggap menyerang mereka.

Dipaparkan pula oleh Tito Karnavian, Walubi dan kelompok pengurus Buddha di Indonesia sudah mengeluarkan sikap keras dan mengecam tindakan Pemerintah Myanmar terhadap kaum Rohingya. Lebih jauh, mereka juga sudah memberikan bantuan kepada Rohingya.

TEKS/FOTO : ANTARA/TEMPO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *