Jokowi: September 2018, Mulai Pendaftaran Capres!

Oleh Erros Djarot, Seniman

Wajah Jokowi tampak sumringah menebar senyum, menyapa hangat para pendukungnya ketika memasuki ruang basket hall Kelapa Gading pada Senin sore, 4 September 2017, saat menghadiri acara pembukaan Rakernas ke-3 PROJO. Seribu lebih relawan pendukung Jokowi dari seluruh Indonesia yang bernaung di bawah bendera  ProJokowi (PROJO) sangat antusias menyambut kedatangan sang idola.

Dengan gaya populisnya yang khas, sebelum menuju kursinya, Jokowi sengaja keliling menyalami para pendukung yang berhambur menghampirinya. Hanya tersenyum saat dipaksa ber-selfie ria dengan para pendukungnya. Juga bertegur sapa dengan mereka yang melepas rindu. Begitu cair dan hangatnya hubungan antara sang pemimpin dengan rakyatnya. Suatu pemandangan yang selama dua dekade sebelumnya tak pernah terbayangkan dan tak mungkin terjadi.

Tibalah saatnya Jokowi tampil menyampaikan pidato. Kesempatan ini digunakan Jokowi melaporkan hasil kerjanya. Di dua layar kiri-kanan panggung, bermunculan gambar-gambar sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Mengagumkan. Hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun menjabat presiden, pembangunan  berbagai jenis infrastruktur dari Sabang sampai Merauke, serempak berjalan secara masif dan nyata. Luar biasa, sungguh pemandangan langka sejak Orde Reformasi berkuasa.

Bagi yang tidak pro Jokowi dan apalagi yang tidak suka Jokowi, pasti menuduh saya sedang berkampanye. Hmm… saya diundang, saya datang, saya melihat, dan saya laporkan apa adanya!

Yang paling menarik saat Jokowi berpidato penuh semangat mengingatkan bahwa pada September 2018 pendaftaran Calon Presiden sudah dibuka. Kepada Projo ia mengatakan bahwa dirinya dan para menteri kabinet kerja akan terus bekerja dan bekerja. Urusan persiapan menuju September 2018 diserahkan pada Projo. Kontan saja penugasan ini disambut penuh semangat oleh ribuan yang hadir, seraya histeris memekikkan suara …”Hidup Jokowi..Jokowi for president…dua kali harga mati”!

Di tengah gemuruh suara histeris mengelukan Jokowi, terlintas oleh saya pertanyaan, partai apa saja yang kelak pasti mendukungnya? UUD kita mengamanatkan bahwa hanya melalui pintu partai lah calon presiden diusulkan. Andai saja Projo dibolehkan konstitusi mencalonkan Jokowi pada September 2018 nanti, Jokowi tak perlu pusing bermanuver mencari dukungan para pimpinan partai besar. Nah, celakanya Jokowi tidak punya partai besar yang 100 persen di bawah kendalinya.

Bagaimana dengan PDIP? Oh, itu partainya Mbak Mega? Demokrat..? Partainya SBY.  Gerindra? Milik Prabowo. Golkar? Oh itu partainya para pemain di luar diri Jokowi. PAN? Partainya Amien Rais!  PKS, PPP, PKB? Itu partainya para santri, dan Jokowi bukan salah satu dari mereka! Nasdem dan Hanura? Itu partainya pak SP dan Pak Wiranto…PKPI dan partai baru lainnya? Masih terlalu riskan untuk dimasukkan dalam hitungan!

Bukannya Golkar sudah memberi dukungan? Oh, itu belum ada kepastian masa berlakunya. Karena bila tidak bermain dan dimainkan, ya bukan Golkar namanya! Masa PDIP tidak mau mendukung? Oh, tidak ada free lunch dalam politik. Siapa tahu persyaratannya Jokowi harus mau bersanding cawapres  dari PDIP? Begitu juga kira-kira partai Demokrat. Sementara Golkar yang bosnya terlibat kasus, bisa jadi megajukan persyaratan yang membuat Jokowi harus bersitegang dengan KPK?!

Yah, memang Pak Presiden, pendaftaran capres sudah dekat, tapi perjalanan untuk mendapatkan ‘tiket’ rasanya masih panjang. Terlalu kompleks dan menyebalkan!  Sing sabar ya, Pak..!

TEKS/ILUSTARSI : WATYUTINK.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *