Pekan Sastra 2017 di Padang Resmi ditutup, Balai Bahasa Sumsel Bawa 3 Tropy

Agus Sri Danardana, Kepala Balai Bahasa Sumbar saat memberi sambutan dalam penutupan Pekan Sastra 2017 di Padang (Foto.Dok.Balai Bahasa Sumsel)

PADANG |  KSOL – Perhelatan karya seni se-Sumatera yang dikemas dalam Pekan Satra 2017 di Padang Sumbar resmi ditutup oleh Kepala Balai Bahasa Sumbar, Drs Agus Sri Danardana, M.Hum, di Ball Room Hotel Grand Inna Padang, Rabu (6/9/2017)  malam, 20.30 WIB.

Balai Bahasa Sumsel, yang menjadi salah satu peserta pada event ini berhasil membawa 3 tropy, masing-masing Tim Musikalisasi Puisi sebagai terbaik 3 (diwakili SMA Negeri 17 Palembang), Mendongeng tingkat Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai terbaik 3 diwakili Ninuk Sundari (Guru PAUD Aisyah Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumsel), dan Baca Puisi tingkat SLTP, atas nama Raisya Adisty Firdaus (siswi SMP Negeri 1 Palembang) sebagai terbaik tiga.

Masing-masing peserta utusan Balai Bahasa Sumsel yang memenangi lomba, selain mendapat tropy juga diberi bingkisan beberapa buku dari Balai Bahasa Sumbar dan uang pembinaan.

Lomba Musikalisasi Puisi di bawah binaan pelatih dan instruktur musik, Muhammad Guwanda, S.Pd, M.Sn, mendapat uang pembinaan Rp. 4 juta, lomba mendongeng tingkat guru PAUD se-Sumatera Rp. 2,5 juta dan Baca Puisi tingkat SLTP Rp. 2 juta.

Dalam sambutannya, Danar–panggilan  akrab Agus Sri Danardana, Kepala Balai Bahasa Sumbar mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih atas semua partisipasi semua Balai atau Kantor Bahasa se-Sumatera yang telah menyukseskan Pekan Sastra 2017.

Para pemenang perwakilan Balai Bahasa Sumsel (dari Kiri : Wakil Tim Musikalisasi Puisi, Mendongeng (Ninuk Sundari) dan Baca Puisi Tingkat SLTP (Raisya Adisty Firdaus) pada Pekan Sastra 2017 di Padang 3-7 September 2017 (Foto.Dok. Balai Bahasa Sumsel)

“Terkhusus kami ucapkan terima kasih kepada pegawai Balai Bahasa Sumatera Barat yang telah bersusah payah melaksanakan acara ini. Kalian memang luar biasa,” ujarnya yang ditingkahi tepuk tangan para tamu dan peserta lomba.

Dana mengakui, empat hari sebelum acara dan sampai acara berlangsung hingga selesai dirinya tidak bisa nyenyak tidur. Sebab, sejak awal rencana acara ini, yang terpikir bagaimana melakukan yang terbaik bagi para tamu, terutama peserta dari Balai/Kantor Bahasa se-Sumatera.

“Empat hari sebelum dan sampai pelaksanaan, saya tidak bisa tidur nyenyak. Saya berpikir apa yang harus saya berikan dan lakukan untuk melayani para tamu, terutama utusan dari masing-masing Balai dan Kantor Bahasa se-Sumatera. Tapi Alhamdulillah, berkat kerja keras pegawai Balai Bahasa Sumbar, dan dukungan para peserta akhirnya acara ini bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Namun demikian, Dana juga minta maaf bila dalam acara ini, ada hal yang belum memenuhi keinginan para peserta. Sebab, dipastikan para peserta dan para pendamping saat datang ke Padang  selain ingin  mengikuti lomba dalam Pekan sastra, juga ingin berwisata di Kota Padang.

“Bila kemudian, kami sebagai tuan rumah belum bisa memenuhi apa yang diinginkan para peserta, mohon maaf, kami hanya bisa memberi waktu wisata ke Istana Pagaruyung,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Danar menyebutkan usai Pekan Sastra 2017 ada pekerjaan rumah bagi tim Balai atau Kantor Bahasa se-Sumatera untuk memenuhi janji rencana penerbitan buku antologi yang belum sempat terbit di tahun sebelumnya.

“Setelah acara ini, kami mohon kepada para pendamping dari semua peserta, untuk berkumpul dan mendiskusikan rencana penerbitan buku antologi yang sebelumnya sudah kita janjikan akan terbit,” tegasnya.**

TEKS : IMRON SUPRIYADI   |  FOTO : DOK.BALAI BAHASA SUMSEL

Sumber : Panitia Pekan Sastra 2017 di Padang

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *