Besok, Peserta Pekan Sastra 2017 Sumsel ke Padang : tampil terbaik  lebih utama

PALEMBANG | KSOL – Peserta Pekan Sastra Regional 2017  perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) yang terdiri dari 25 orang, akan menuju ke Padang Sumatera Barat (Sumbar). Budi Agung Sudarmanto, Koordinator Tim Sumsel menyebutkan, peserta dari Sumsel akan berangkat besok, Minggu 3 September 2017.

Budi Agung Sudarmanto, Koordinator Tim Sumsel. Foto.Dok.Pribadi/FB

Tim Sumsel yang berangkat ke kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera itu, akan mewakili berbagai cabang lomba, yaitu;  (1) lomba membaca cerita rakyat tingkat SD, (2) Dendang untuk kategori umum, (3) mendongeng bagi guru TK/PAUD, (4) baca puisi tingkat SLTP, (5) berbalas pantun tingkat mahasiswa dan festival musikalisasi puisi tingkat SLTA.

Direncanakan acara yang dikemas dalam Pekan Bahasa dan Sastra Regional 2017 ini akan berlangsung selama 5  hari (3-7 September 2017) di Hotel Grand Inna Muara Padang, Sumbar. sebelumnya event serupa sudah digelar. Tuan rumah Pekan Sastra 2014 Balai/Kantor Bahasa Jambi dan tahun 2016 di Provinsi Bengkulu.

Pada acara yang menjadi agenda tahunan Balai/Kantor Bahasa se-Sumatera ini, menurut Agung akan melibatkan sejumlah personil yang merupakan utusan balai/kantor bahasa se-Sumatera terdiri dari; para pemenang lomba, sastrawan, maestro seni dan komunitas atau sanggar seni.

Pada pelaksanaannya di kota yang memiliki legenda Malin Kundang dan Siti Nurbaya ini, menurut Agung semua peserta dari berbagai daerah se-Sumatera, akan melibatkan para pendamping, guru, pelatih dan juga beberapa pegawai Balai/Kantor Bahasa se-Sumatera.

Ditanya target pemenang dalam lomba ini, Agung menyebutkan kemenangan bukan menjadi hal utama. Menurutnya, penampilan para peserta dengan maksimal dan terbaik lebih penting dari sekadar kemenangan.

Tim Musikalisasi Puisi Sumsel (salah satu cabang seni) yang dilombakan, sedang berlatih di Balai/kantor Bahasa Sumsel (Foto.Dok.Balai/Kantor Balai Bahasa Sumsel)

“Sudah pasti dalam setiap kompetisi akan ada kalah dan menang. Tapi target kita, yang penting semua anggota kontingen dari Sumsel, baik pendamping dan peserta harus tampil maksimal dan memberikan yang terbaik dalam  event ini,” ujar Agung, mengutip penjelasan Kepala Balai/Kantor Bahasa Sumsel, Drs. Firman Susilo, M. Hum, usai rapat kooordinasi menjelang keberangkatan peserta di Balai/Kantor Bahasa Sumsel, Kamis (31/8/2017)

Meski demikian, Agung mengakui ada beberapa cabang yang diperkirakan dapat menjadi harapan bagi Sumsel.  Diantaranya musikalisasi puisi, berdendang, baca puisi tingkat SMP, dan mendongeng. “Kalau untuk berbalas pantun dan membaca cerita rakyat tingkat siswa SD, kita perlu perjuangan lebih. Tapi kita tetap menampilan yang terbaik untuk Sumsel,” ujarnya.

TEKS : IMRON SUPRIYADI |  FOTO : DOK. BALAI/KANTOR BAHASA SUMSEL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *