Pasangan Ridwan Kamil – Bima Arya Tak Saling Melengkapi, Golkar Siapkan Daniel Balon Wagub

BANDUNG  |  KSOL  – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai kebangkita Bangsa (PKB), Jawa Barat, Syaiful Huda, mengatakan PKB tetap menutup pintu menolak kalau Ridwan Kamil berpasnagan dengan Bima Arya.

Pasalnya menurut Syaiful, secara fatsun, Bima adalah fungsionaris Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan Syaiful juga menilai kalau Ridwan berpasangan dengan Bima sangat tidak saling melengkapi.

“Jika Ridwan Kamil bersanding dengan Bima Arya, tidak akan ada istilah pasangan yang saling melengkapi, baik secara keahlian maupun karakternya,” ujarnya Syaiful di Bandung, Jumat (25/8/2017).

Syaiful mengibaratka, pasangan ini pelangi tidak berwarna. Sebab keduanya berlatar belakang teknokrat.  “Bima lulusan Australia dan Ridwan Kamil lulusan Amerika. Untuk pasangan gubernur dan wakilnya ini butuh yang berwarna, untuk bisa membesarkan Jabar. Kalau karakternya sama, tidak ada prespektif saling melengkapi,” tambahnya.

Sebelumnya, Rdiwan Kamil digadang-gadang bakal berpasangan dengan Dedi Mulyadi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat. Tapi belekangan, Golkar membuka ruang bagi sejumlah kadernya untuk mendampingi Ridwan Kamil, satu diantara nama yang disebut Golkar adalah  Daniel Mutaqiien, putra dari Bupati Indramayu.

Seperti dikatakan Nusron Wahid sebelumnya, dalam tubuh Golkar masih banyak kader yang berpeluang menjadi bakal calon Gubernur Jabar. Pun demikian halnya, menurut Nusron, selain Dedi Mulyadi, Golkar juga menyiapkan deretan nama lain yang diduga akan menjadi pendamping Ridwan Kamil untuk Jabar-1.

Meski belum secara resmi dipublikasi, tapi menurut sumber kabarumatera.com, salah satu diantara kader yang disebut-sebut akan mendampingi Ridwan adalah Daniel Muttaqien Syafiuddin (DMS) yang kini duduk sebagai Anggota DPR RI dari Indramayu.

Sebelumnya, Pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Bandung  (Minggu, 20/8) juga mengakui, calon wakil Gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar, banyak kader yang berpotensi dan bisa diusung.

Golkar bisa mengusung diantara kadernya sebagai calon wakil gubenur. Misalnya muncul nama-nama yang disebut, Daniel Muttaqien Syafei, Rahmat Effendi atau Neneng Hasanah untuk diusung sebagai cawagub.

Dorongan untuk memadukan Ridwan-Daniel sebelumnya sudah didukung Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Lembaga ini mengusulkan kepada DPP Partai Golkar untuk menyeriusi duet M Ridwan Kamil dengan Daniel Muttaqien Syafiuddin dalam bursa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

Ketua Harian AMPG Mustafa M Radja, di Bandung, menyatakan pihaknya memegang teguh hasil Rapimnas II AMPG di Makasar dan Rapimnas II Partai Golkar yang akan mendorong kader muda diberikan ruang dalam proses pencalonan pilkada. Kebetulan Daniel Muttaqien Syafiuddin merupakan salah satu kader yang dibesarkan dan membesarkan AMPG.

Bila pasangan dari Golkar memunculkan Ridwan-Daniel pada Pilgub Jabar 2018, pasangan ini bila memimpin Jawa Barat, akan menghadapi tantangan besar terutama percepatan proses pembangunan di Jabar Selatan.

Sebab Jabar Selatan merupakan kawasan yang memiliki sumber daya alam dan potensi yang jauh lebih besar daripada kawasan utara. Namun kenyatananya hingga saat ini proses pembangunan belum maksimal, padahal wilayah itu sangat berpotensi menjadi pusat ekonomi baru.

Diharapkan, Daniel yang berlatar belakang aktifis pemuda dan Ridwan yang berlatar belakang arsitek, keduanya menjadi pasangan yang saling melengkapi terutama dalam proses percepatan proses pembangunan di Jabar ke depan, terutama bagian selatan.

Apalagi, di kawasan Jabar selatan, banyak ditemukan desa tertinggal dengan pembangunan infrastruktur yang masih kurang. Padahal kawasan selatan ini sangat berpotensi menjadi kawasan wisata dan pengelolaan kekayaan maritim.

TEKS : T PAMUNGKAS | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *