Kota Palembang pertahankan pertanian sawah lebak

PALEMBANG | KSOL — Kota Palembang yang bergerak menjadi kota metropolitan tetap berjuang mempertahankan lahan pertanian sawah lebak yang saat ini banyak dijumpai di kawasan pinggiran kota.

Wali Kota Palembang Harnojoyo di Palembang, Rabu, mengatakan, meski Palembang mengalami kemajuan pesat dengan bertumbuhnya bangunan bertingkat dan pemukiman masyarakat tapi keseimbangan alam tetap harus dijaga.

“Kota Palembang ini merupakan kota yang banyak memiliki anak sungai, sehingga tak heran banyak kontur tanahnya yang rawa atau lebak. Sangat beruntung sekali sejak lama masyarakat telah mengembangkan pertanian rawa lebak sehingga keseimbangan alam masih bisa terjaga,” kata Harnojoyo.

Ia mengatakan dengan luas lahan pertanian rawa lebak 5.734 hektare, Kota Palembang berharap dapat turut berperan dalam upaya khusus (UPSUS) Padi di Sumateta Selatan yakni mengoptimalkan lahan seluas 1.241.700 hektare.

Khusus di Palembang, lahan sawah lebak itu tersebut sebagian besar tersebar di 10 Kecamatan yakni Kecamatan IIIr Barat (IB) I, IB II, Gandus, Seberang Ulu (SU) I, Seberang Ulu (SU) ll, Kertapati, Kalidoni, Plaju, Ilir Timur II, dan Sematang Borang.

Untuk meningkatkan hasil produktifitas pertanian ini, Pemkot Palembang mengembangkan `Desa Mandiri Benih`, yakni lahan seluas 10 hektare menjadi gudang penyimpanan benih kelompok tani Rukun Setia I di Kelurahan Sungai Selincah Kecamatan Kalidoni.

“Harapan kami, langkah ini mendapatkan respon positif dari pemerintah provinsi dengan menyalurkan bantuan dari APBD Provinsi,” kata Harnojoyo.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan pada tahun 2016 total hasil panen sawah lebak di Kota Palembang sebanyak 29.917 ton beras, atau meningkat dari tahun 2015 hanya 25.912 ton dan tahun 2014 tercatat 19.009 ton.

Pada tahun ini pemkot berhasil mengoptimalkan 5.734 hektare sebagai sasaran tanam pada tahun 2017 dan penambahan 500 hektare di musim tanam Oktober – Maret dari 12.000 hektare lahan di wilayah Kota Palembang dengan target panen tiga kali dalam satu musim.

Sementara, dari total 5.734 hektare lahan sawah lebak tersebut tersebar di 10 kecamatan yakni Ilir Barat I (5 hektare), Ilir Barat II (10 hektare), Gandus (1.938 hektare), Seberang Ulu I (49 hektare), Kertapati (2.272 hektare), Seberang Ulu II (20 hektare), Kalidoni (1.030 hektare) Plaju (298 hektare), Ilir Timur II (17 hektare), dan Sematang Borang (95 hektare).

Ia menjelaskan, untuk memaksimalkan produktivitas pertanian pihaknya terus memperhatikan budidaya benih, pupuk, pengendalian panen, dan pasca panen, serta modernisasi alat untuk meningkatkan jumlah panen.

Dinas Pertanian sendiri sudah menyalurkan bantuan kepada petani berupa 12.500 kg benih padi varietas Ciliwung untuk 500 ha, 1 unit traktor roda empat, 5 traktor tangan, dan 6 unit pompa air serta sedang dibangun gedung penyimpanan benih, dan lantai jemur di Kalidoni pada Mei lalu.

“Semua sudah kami sediakan untuk petani mulai dari benih, pupuk subsidi, alat diberikan, tinggal sekarang bagaimana petani itu sendiri memaksimalkan keterampilannya dalam mengolah sawah, maka kami terjunkan para penyuluh agar petani terus berkembang dalam mengelola sawah,” kata Harrey.

TEKS : ANTARASUMSEL.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *