Ideologi khilafah anti Pancasila, bukan madzhab santri nusantara

JAKARTA | KSOL – Tema Hari Santri Nasional yang akan diperingati 22 Oktober 2017 akan mengusung tema ‘Santri Mandiri, NKRI Hebat’.

Ketua Panitia Grand Launching Hari Santri 2017, Ahmad Athoillah mengatakan, pesan yang ingin disampaikan dalam tema ini menguatkan tekad bahwa menjadi santri Indonesia sama dengan ikhlas memperjuangkan eksistensinya hingga titik darah pengahabisan.

Dalam catatan sejarah, menurut Ahmad Athoillah santri adalah kelompok yang mandiri. Sejak mereka menempuh pendidikan di pesantren hingga selesai para santri rela jauh dari asuhan orangtua untuk mengaji kepada kiai hingga bertahun-tahun.

Lebih lanjut Athoillah menegaskan, Santri juga tak mengenal rumus anti-Pancasila, apalagi anti-nasionalisme. “Tema ini sebagai penegasan bahwa santri Nusantara tidak pernah mengenal dengan radikalisme atas agama, ideologi khilafah anti Pancasila,” ujarnya dalam acara grand launching Hari Santri 2017 di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017) malam.

Athoillah juga menambahkan, tema momen Hari Santri Nasional 2017 ini sekaligus sebagai penegasan bahwa radikalisme atas nama agama, ideologi khilafah anti Pancasila, bukanlah madzhab santri Nusantara.

Menurutnya, pondok pesantren selalu mengajarkankemandirian dan tidak pernah mengajarkan kebencian antara satu kelompok dan kelompok lain. Dalam pondok pesantren santri juga diajari bagaimana mencintai negara.

“Santri selalu merasa wajib menjadi penjaga rumah besar di NKRI. Santri juga harus selalu dekat dengan ulama apapun profesinya. Santri juga selalu hidup mandiri tanpa mengeluh atau pun menuntut, serta tidak menyebar kebencian kepada Negara,” tegasnya.

Grand launching Hari Santri ini digelar Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU. Hari Santri merupakan momentum pengakuan negara atas sejarah peran santri, kiai dan pesantren yang telah berkontribusi besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Dalam acara peluncuran hadir Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Rais Aam PBNU Prof Ma’ruf Amin, Ketua RMI Abdul Ghaffar Rozin, Wakil Ketua Umum PBNU KH Maksum Machfoedz dan beberapa perwakilan dari Polri, Kemendagri serta Kemenkopolhukam.

 TEKS : BAGUS SANTOSA | EDITOR : IMRON SUPRIYADI | FOTO : DOK.KSOL/AL-BADAR




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *