Produk kuno harus kompromi dengan trend pasar anak muda

Lazada Indonesia

PALEMBANG | KSOL — Kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKMK) harus memahami tren pasar masa kini. Sebab saat ini kalangan anak muda juga ikut menjadi konsumen yang sangat potensial. Hal itu dikatakan Muhammad Rofiq, Konsultan UMKM asal Palembang, apad ajang Palembang Expo, Jumat (29/7/2017).

Menurut Rofiq, mengiringi selera anak muda, sudah seharusnya trend pasar juga menyiapkan produk yang digemari anak muda. Sebab dengan begitu prospek bisnis akan lebih menjanjikan. “Saya yakin ini lebih memiliki prospek apalagi Indonesia sebentar lagi akan mendapatkan bonus demografi,” kata Rofik.

Rofiq kemudian mencontohkan “Martabak Kapten” di Palembang. Martabak ini rasanya manis yang berada di Jalan Kapten Rivai. Melakukan inovasi produk seperti martabak menjadi hal penting sehingga makanan atau apapun produknya yang sebelumnya terkesan kuno, bisa dimodifikasi agar kemasannya lebih kompromi dengan trend pasar di era sekarang.

“Apalagi saat ini anak-anak muda datang ke kafe bukan hanya ingin makan, tetapi juga berselfie untuk di upload di medsos. Ini pasar potensial yang perlu direspon dengan melakukan inovasi produk, kemasan dan suasana, sehingga mereka nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Palembang Expo 2017 dijadikan pemerintah kota Palembang sebagai ajang promosi produk UMKM sekaligus mendorong pelaku usaha memanfaatkan momen Asian Games XVIII tahun 2018.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang Hardayani di Palembang, Jumat, mengatakan, gelaran Palembang Expo, 27-31 Juli 2017 kali ini lebih banyak menampilkan produk-produk khas daerah seperti kain tenun dan kuliner.

“Puluhan pengrajin songket yang terlibat diharapkan memanfaatkan ajang ini dengan menampilkan produk-produk terbaiknya seperti kain songket, kain tajung dan kain jumputan,” kata Hardayani.

Melalui ajang ini diharapkan para pelaku usaha membuka jaringan bisnis ke pihak lain atau tidak semata-mata memenuhi target penjualan di ajang pameran.

Ia mengatakan produk lokal ini semakin hari semakin digemari karena produk buatan tangan (handmade) sehingga memiliki keunikan sendiri.

Pasar kain tenun semakin meningkat setiap tahun seiring tren dunia yang mengangkat lagi produk-produk khas. Untuk itu, para penenun harus terus berkreatifitas dan berinovasi sesuai dengan kemauan pasar.

TEKS : T PAMUNGKAS | EDITOR : IMRON SUPRIYADI | ILUSTRASI : GOOGLE IMAGE



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *