Kilas Balik : Tradisi Sedekah Sri Sultan untuk Rakyat Yogyakarta

YOGYAKARTA | KSOL – Banyak cara orang melakukan sedekah, baik pribadi atau secara kelembagaan. Pun demikian halnya yang dilakukan setiap akhir Bulan  Suci Ramadhan. Ada sejumlah acara yang digelar di berbagai wilayah, termasuk diantaranya di  Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat.

Mengakhiri Bukan Suci Ramadhan pekan silam, Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat menggelar acara tradisi Grebeg Syawal. Hal itu dirangkai dengan membuat sebanyak tujuh gunungan hasil bumi yang diusung oleh para abdi dalem dikawal para prajurit Bregodo, Senin (26/6/2017) pagi.

Empat Gajah yang diambil langsung dari kebun binatang Gembira Loka Yogyakarta bertugas mengawal gunungan menuju pendopo Wiyotoprojo Kepatihan.

Arak-arakan gunungan yang dimulai dari Siti Hinggil Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat melewati alun-alun Utara Kraton menuju tiga tempat. Satu Bregodo Segoroyokso mengawal lima gunungan yang dibawa ke Masjid Gedhe Kauman, sedangkan dua Bregodo Lombok Abang dan Plangkir mengawal gunungan hingga Kadipaten Pura Pakualaman. Satu Bregodo mengawal gunungan yang di bawa ke pendopo Wiyotoprojo di Kepatihan.

Para abdi dalem Kraton Ngayogyokarto bersama Gunungan hasil bumi yang dibawa ke plataran Masjid Gedhe Kauman.

Gunungan tersebut meliputi tiga buah gunungan Lanang, satu gunungan wadon, satu gunungan darat, satu gunungan gepak dan satu gunungan pawuhan yang merupakan simbol perwujudan sedekah dari Sultan untuk rakyatnya.

“Grebeg Syawal ini diselenggarakan setiap tahun dan gunungan ini bentuk sedekah dari Sultan untuk masyarakat,” kata KRT Jatiningrat, Penghageng Tepas Dwarapura Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, biasa disapa Romo Tirun.

Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, sambung Romo Tirun, pada setiap tahunnya menggelar tiga kali Grebeg Gunungan yaitu Grebeg Syawal, Grebeg Besar dan Grebeg Maulud. “Kraton Yogyakarta merupakan kerajaan Islam, maka Grebeg Syawal merupakan perayaan menjadi pertanda telah berakhirnya bulan Ramadan.”

Seluruh iring-iringan sedang menuju plataran Masjid Gedhe Kauman melintas pintu utama.

Dari Bangsal Ponconiti, seluruh bregodo prajurit kraton berbaris di sisi kanan kiri lintasan arak-arakan di depan Pagelaran. Suara tembakan salvo sebanyak tiga kali meletus dari senjata laras panjang kuno para prajurit kraton.

Tidak hanya masyarakat Yogyakarta, bahkan wisatawan dalam negeri dan mancanegara terlihat antusias memadati Alun-alun Utara dan Malioboro menyaksikan gunungan grebeg syawalan.

Di plataran Masjid Gedhe Kauman, Gunungan hasil bumi ludes oleh sebagian warga masyarakat yang datang. Ratusan orang yang menunggu sejak pagi di plataran tidak sabar dan langsung berebut beragam sayuran dan hasil bumi sebelum doa yang dipimpin oleh KRMT Ahmad Muksin Kamaludiningrat selesai.

Di puncak gunungan hasil bumi terdapat entho-entho beras ketan adalah salah satu yang paling dicari oleh warga yang berebut. Sebagian yang tidak mampu ikut dalam rebutan hanya memunguti sisa-sisa isi gunungan yang bertebaran di plataran.

Prajurit Lombok Abang mengawali barisan pertama arak-arakan gunugan grebeg syawal melintas Siti Hinggil.

Menurut Parsudi (51) salah satu prajurit kraton berpangkat jejer, pangkat terendah dalam keprajuritan kraton, kepada Kabar Sumatera mengatakan ada salah satu gunungan yang tidak boleh untuk rebutan. “Namanya Gunungan Bromo.”

“Setiap 8 tahun sekali pada Tahun Dal, biasanya terdapat Gunungan Bromo,” kata Pardi yang mengaku baru 7 tahun menjadi prajurit.

Gunungan Bromo tidak boleh untuk rebutan karena dianggap istimewa, kata dia, bahkan terdapat penjagaan ketat dari pihak aparat keamanan negara. “Gunungan Bromo hanya diperuntukan khusus bagi keluarga Kraton termasuk abdi dalem.”

Anita (32) asal Jakarta mengaku senang dapat berlibur di Yogyakarta pada lebaran kali ini. Ia sengaja datang ke Yogyakarta karena ingin menyaksikan langsung grebeg gunungan.

“Keluarga ada yang di Yogyakarta, kesempatan ini tidak saya sia-siakan bersama suami dan anak-anak,” ujarnya.

TEKS/FOTO : A.S. ADAM  | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *