Siswa Terbatas, MTsN Muara Enim Butuh Bantuan Lahan dari Pemerintah

MUARA ENIM | KSOL — Panitia PPDB MTs Negeri Muara Enim mengoreksi berkas Lembar Kerja Siswa (LJK)  tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun pelajaran 2017-2018  dengan sangat selektif agar tidak ada peserta yang dirugikan nantinya.  Kegiatan berlangsung di Perpustakaan MTs Negeri Muara Enim. Selasa (06/6)

Materi  yang dikoreksi ada 5 bidang studi yaitu, Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Agama, dan PKN/IPS. Tes tertulis ini terdiri dari 50 soal pilihan ganda. Tes hanya dilaksanakan oleh peserta PPDB yang mngikuti jalur  tes reguler. Tes  dilaksanakan dari pukul 07.30 s.d. 10.00 WIB. Menggunakan 9 ruang belajar sebagai tempat ujian

Waka Kesiswaan MTs Negeri Muara Enim, Semawati S.Pd mengatakan penentuan lulusnya siswa  MTs Negeri Muara Enim apabila siswa sudah mengikuti tes administrasi minimal nilai rata-rata raport 70.00 kelas IV.V.VI, mengikuti tes tulis Al-Qur’an dangan nilai baik dan mengikui tes tertulis dengan nilai diatas KKM menurut penilaian standar kelulusan PPDB. “Ketiga nilai ini akan dikolaborasi menjadi nilai rata-rata kelulusan siswa tersebut,” jelasnya.

Kepala MTs Negeri Muara Enim, Siti Sumaiti S.Pd.M.Pd.I mengatakan, masyarakat sangat responsif menyekolahkan anaknya di MTs Negeri Muara Enim. “Mereka sangat antusias,” ujarnya.

FOTO BERSAMA – Dewan Guru MtsN Muaraenim foo bersama

Dari 338 orang siswa kita hanya menerima sekitar 140 orang siswa lagi karena sebanyak 61 orang siswa sudah mengikuti dan lulus dijalur PMDK.  Panitia PPDB sangat selektif  karena hanya sebagian peserta PPDB jalur reguler yang akan  diterima di MTs Negeri Muara Enim. “Mengingat ruang belajar yang tersedia  untuk kelas VII hanya 5 lokal belajar,” jelasnya.

Diharapkan, di masa mendatang MTs Negeri Muara Enim mendapat solusi berupa bantuan lahan atau kelas baik dari Kementerian Agama maupun Pemerintah setempat sehingga kita bisa menampung siswa yang berminat  bersekolah di MTs Negeri Muara Enim ditahun-tahun mendatang. “Karena keterbatasan lahan dan lokal membuat kita tidak bisa menampung siswa ini,” jelasnya.

TEKS : MISLY/KLP/KEMENAG  |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *