Penderita Tuberkulosis di Muratara Bertambah

MURATARA | KSOL – Penyakit Tuberkulosis (TB) atau penyakit yang sering kita dengar dengan istilah TBC terus bertambah di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kabupaten Muratara, dr Jeri Afrimandho, Indonesia memang harus bebas dari penyakit TB, bukan hanya Muratara saja.

“Di Muratara ini masih ada warga yang terkena penyakit TB, karena setiap bulan kita selalu melaporkan data penyakit ke Dinkes,” kata dr Jeri,  belum lama ini (30/05/2017).

Data yang didapat itu katanya, berdasarkan laporan yang dikirim dari Puskesmas. Setelah itu baru datanya diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Muratara.

“Di Puskesmas juga tidak bisa memastikan penyakit TB, sebelum ada hasil diagnosa dari kita melalui pemeriksaan laboratorium dan ronsen,” tuturnya.

Jeri menambahkan, untuk pemeriksaan bisa dari dahak. Sementara dokter hanya bisa mengetahui dari gejala-gejala dan kepastiannya dari hasil pemeriksaan.

“Terkadang masyarakat yang berobat itu biasa minum obat secara rutin, namun jika keadaan sudah mulai membaik mereka berhenti minum obat. Makanya penyakit itu (TB) bisa datang lagi, dan obatnya berubah lagi,” jelasnya.

Sebagai salah satu upaya antisipasi, di masa mendatang harus lebih menekankan edukasi tentang kesehatan dan penjelasan pentingnya hidup bersih dan sehat.

“Penyakit ini kalau sudah parah bisa mengancam keselamatan penderitanya dan biasanya berdampak kepada kurang gizi sehingga badan jadi terlihat kurus,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muratara, dr Mahendra membenarkan penderita TB yang sudah dilaporkan pihak RSUD Rupit ke pihaknya mengalami peningkatan.

“Laporan pada akhir 2016 lalu mencapai 423 penderita penyakit TB, sedangkan dari Januari 2017 hingga saat ini (Mei) bertambah 75 penderita,” kata dr Mahendra.

Dijelaskannya, upaya untuk memperkecil angka tersebut perlu dilakukan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Karena penyakit TB ini berdampak kepada penularan melalui udara.

“Kita anjurkan kepada penderita TB yang berobat supaya selalu memakai masker agar tidak menular ke orang lain,” ujarnya.

Dia menambahkan, lingkungan kotor dan kumuh menjadi pendukung penyakit TB. Mengingat lingkungan seperti itu merupakan tempat berkembangbiaknya bakteri penyakit.

TEKS : RAHMAT AIZULLAH |  EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *