Penjarahan Emas Berkedok Tambang Rakyat, Pemilik Masih Mengelak

MURATARA | KSOL – Oknum pengusaha ternama di Kota Lubuklinggau, disinyalir telah melakukan penjarahan batu yang mengandung emas (ore) di Dusun 6 (Kampung KMPI), Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Oknum pengusaha tersebut berinisal HS, salah satu pemilik hotel. HS bersama kroninya telah melakukan penjarahan dan pencurian batu mengandung emas. Ironisnya, penjarahan emas ini berkedok tambang rakyat.

Hal ini dibenarkan sejumlah warga Desa Muara Tiku, saat wartawan kabarsumatera.com melakukan penelusuran di lokasi. Dari data yang berhasil dihimpun menyebutkan, HS adalah owner salah satu hotel ternama di Lubuklinggau.

“Setau saya itu punya Pak (menyebut HS). Katanya untuk tambang rakyat,” ujar Hengki (30) warga setempat, saat dibincangi awak media, Jum’at (26/05/2017).

Namun hingga saat ini warga masih bingung. Sebab, lokasi yang mengatasnamakan tambang rakyat, tetapi warga setempat tidak dilibatkan. Mereka terkesan hanya menjadi penonton.

“Tapi kami bingung, katanya tambang untuk rakyat, tapi yang mengelolanya orang-orang dia (menyebut nama HS) semua. Masyarakat di sini tidak dilibatkan,” kata Hengki.

Lebih mengejutkan lagi, lokasi tempat penambangan emas ilegal tersebut berada di atas lahan yang sudah diganti rugi oleh PT Dwinad Nusa Sejahtera (DNS). Hal ini dibenarkan Pimpinan PT DNS melalui Superintendent, Eka Engkarana.

“Iya, lokasi itu sudah masuk wilayah kita (PT DNS), sudah kita ganti rugi lahannya. Jadi mereka itu menyerobot lahan kami,” kata Eka Engkarana.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Muara Tiku, Dedi Samdepi menjelaskan, aktivitas alat berat yang beroperasi di wilayahnya berawal ingin membuka jalan untuk lahan perkebunan kelapa sawit milik pribadi HS.

Akan tetapi kata Kades, setelah berjalannya waktu, ternyata jalan tersebut dibuka bukan untuk perkebunan kelapa sawit, melainkan dijadikan tempat penambangan emas secara ilegal tanpa izin yang resmi.

“Iya, itu punya Pak (menyebut nama nama hotel HS). Awalnya dia bilang mau buka jalan untuk kebun sawit pribadinya, dak taunyo tambang emas, makonyo kito tutup, soalnyo dak katek izin,” ungkap Kades.

Terpisah, HS, saat dikonfirmasi enggan berbicara terkait tambang emas ilegal tersebut. Padahal menurut beberapa sumber usaha illegal itu milik HS. Saat dikonfirmasi, pria itu justeru mengajak membicarakan hal lain. “Sudahlah, saya tidak mau kalau bicara masalah itu, kita ngobrol yang lain saja, soalnya itu bukan punya saya,” tepisnya.

TEKS/FOTO : RAHMAT AIZULLAH




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *