Kebutuhan Daging Masih Sedikit, RPH Dibiarkan Terbengkalai

H Susyanto Tunut (Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang)

EMPAT LAWANG |  KSOL – Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang yang telah lama berdiri di kawasan Talang 12 Desa Kelumpang Jaya Kecamatan Saling, hingga saat ini belum juga difungsikan.

Padahal selama bulan suci Ramadhan dan menjelang idul fitri 1438 H nanti, permintaan daging pasti meningkat. Apabila tidak ada RPH, dikhawatirkan pengawasan daging yang beredar di Empat Lawang kurang efektif. “Aktifkanlah RPH kita itu, perasaan bangunan RPH itu sudah selesai semua. Mengapa dibiarkan terbengkalai saja,” ujar Dedi, warga Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, kemarin (29/5/2017).

Menurutnya, selama ini pemerintah belum ada gerakkan untuk mengaktifkan RPH tersebut. Padahal, anggaran milyaran rupiah sudah dikucurkan. Sayang apabila terbengkalai saja. Kalu memang belum penting, untuk apa dibangun. “Kan sayang, sudah bertahun-tahun RPH itu tak difungsikan. Malah selama ini, dibangunan itu di kelilingi tumbuhan jagung dan ubi. Sama kayak kebun saja,” ketusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang, Susyanto Tunut membenarkan bahwa RPH hingga saat ini belu difungsikan. Hal itu dikarenakan di jumlah kebutuhan daging di Empat Lawang belum terlalu banyak, sekitar 2 ekor sapai saja perharinya.

“Konsumsi daging di Empat Lawang perharinya sekitar 2,5 ekor sapi. Di Tebing dan sekitarnya 1 ekor sapi. Pendopo sekitanya 1,5 ekor perhari. Belum terlalu efektif untuk fungsikan RPH,” elak Susyanto.

Namun, meskipun daging yang beredar disejumlah pasar di Empat Lawang tidak dipotong di RPH Empat Lawang. Pengawasan terhadap hewan ternak dan daging sapi tersebut tetap dilakukan. “Pemotongannya diawasi terus, petugas kita yang selalu turun mengawasi,” tukasnya.

TEKS / FOTO : ARI   |  EDITOR : SAUKANI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *