Dompeng dan Ilegal loging mengancam warga, Pemkab Muaratara belum bertindak

MURATARA | KSOL – Penambangan emas liar (illegal) hingga kini masih menggeliat di sejumlah desa di Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara Provinsi Sumatera Selatan. Di daerah setempat aktifitas penambangan emas liar yang dinilai sejumlah pihak akan megancam kelestarian alam ini dikenal dengan istilah Dompeng. Selain Dompeng hal yang dikhawatirkan pemerintah aksi pembalakan liar (illegal loging).

Tak tanggung-tanggug, diantara warga yang melakukan Dompeng, diduga sudah menggunakan bahan kimia (merkuri dan arsenik) yang sangat berbahaya. Dipastikan, kedua bahan kimia tersebut dapat mencemari air Sungai Rawas.

Menangapi hal itu, Ir H Asyim Nurdin, Camat Ulu Rawas menyatakan, pihaknya sudah sering mengimbau kepada oknum warga agar segera menghentikan Dompeng dan illegal loging. Bahkan Pemkab Muratara sudah sering meninjau langsung ke lapangan.

“Kami sudah sering memberi imbauan agar mereka menghentikan kegiatannya. Surat larangan dari Pak Bupati juga sudah kita sampaikan. Kemarin Pak Wabup juga pernah datang langsung ke sini. Para penambang emas ini beralasan katanya cuma cari makan, tidak banyak,” ujar Camat, Jumat (26/05/2017).

Sementara berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, para penambang emas tidak lagi memakai alat tradisional, melainkan sudah menggunakan alat modern. Mereka menggunakan mesin dompeng penyedot berkapasitas besar. Selain di sungai, sebagian warga sudah meramba ke daratan, dengan cara membuat galian.

Hal lain yang juga dikhawatirkan Pemkab Muaratara, aksi pembalakan liar yang disinyalir sudah memasuki kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Hal ini menurut sejumlah sumber akan berdampak pada kerusakan paru-paru dunia.

Pembalakan liar  di daerah ini sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya penebangan kayu dilakukan dari hutan rakyat dan industri. Bahkan sudah memasuki kawasan hutan TNKS yang dijadikan ladang bisnis cukong kayu. Namun para pelaku menyebutkan, mereka melakukan itu untuk mencukupi kebutuhan ekonomi.

melihat kenyataan  itu, pihak Pemerintah kecamatan setempat menyayangkan hal itu. Sebab, Kecamatan Ulu Rawas dengan potensi wisata alam yang luar biasa indah lambat laun akan rusak akibat aksi Dompeng dan illegal loging.

“Jangan harap para wisatawan akan berkunjung ke Ulu Rawas, jika keindahan di dalamnya berubah menjadi bencana kerusakan alam,” ujar warga setempat menyesalkan hal itu.

Diantara warga mencontohkan kerusakan alam akibat penambangan emas liar yang sudah nyata terjadi, yaitu di Taman Nasional Kerinci, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.  Berdasar itu, warga Muratara yang peduli terhadap pelestarian alam berharap, daerah yang mereka miliki akan bernasib sama dengan Kabupaten Merangin. “Jangan sampai kabupaten yang kita cintai ini juga seperti itu,” ujar warga.

Melihat kenyataan itu, sejumlah warga di Muratara mempertanyakan fungsi dinas terkait yang mempunyai tanggung jawab untuk menangani kedua hal ini. Mereka juga menyoal peran pemerintah setempat, baik pemerintah kecamatan, maupun pemerintah desa yang terkesan tidak mampu berbuat apa-apa.
Padahal sebelumnya, Bupati Muaratara, H M Syarif Hidayat pernah mengatakan, dirinya tidak segan-segan untuk memberhentikan aparatur yang tidak becus dalam bekerja. Namun hingga  berita ini ditulis belum ada dinas terkait yang bersedia member penjelasan terhadap aksi dompeng dan illegal loging di kawasan itu.

TEKS/ FOTO : RAHMAT AIZULLAH




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *