Penanganan Proyek Dinilai Lamban, Warga Ujanmas Surati Kementrian PUPR

MUARA ENIM | KSOL – Akibat lambanya penanganan proyek Gorong gorong  yang mengakibatkan air membanjiri dan merendam rumah dan perkebunan warga, masyarakat Desa Ujanmas melalui Kepala Desa (Kades) melayangkan surat ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta.

Baco berita sebelumnyo : Gorong-gorong Tak Sesuai Juknis, Rumah dan Kebun Warga Terendam

Kepala Desa Ujanmas Baru Nurman, S.Pd, saat ditemui di kantornya membenarkan pihaknya akan melayangkan surat ke Kementerian PUPR Republik Indonesia.

“Ya benar sekali kita akan melayangkan surat ke Kementrian PUPR, Karena lambannya penangan yang dilakukan pihak pelaksana pekerjaan tersebut. Suratnya nanti juga akan kami tembuskan ke Gubernur Sumsel, Bupati Muara Enim dan DPRD Muara Enim,” ucap Nurman.

surat yang akan dilayangkan ke Kementerian PUPR Republik Indonesia.

“Kami lihat dampaknya sangat merugikan warga sekitar, seperti ratusan tanaman karet yang mati, kolam ikan warga yang tengelam dan juga ada rumah warga yang terendam sehingga rusak dan tidak dapat dihuni lagi, belum lagi masalah debu yang mengakibatkan polusi udara bagi warga sekitar,” jelasnya

Nurman menambahkan, pihak pelaksana harus bertanggungjawab dan mengganti rugi atas kerugian masyarakat tersebut.

Menanggapi persoalan tersebut, anggota DPRD Muara Enim Faizal Anuar mengatakan , ini merupakan bentuk kekecewaan warga atas pengerjaan proyek yang asal asalan dan tidak melihat dampak yang dirugikan terhadap warga sekitar.

“Kami akan menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut dan kami akan panggil pihak yang terkait, seperti Balai Jalan Nasional Sumatera Wilayah 1 yang merupakan penanggungjawab pekerjaan itu dan juga kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tersebut,” tegas Faizal.

Sementara itu, Endi Abdel Rossa, PPK dari pengawas jalan nasional wilayah satu (PJN- WIL-1) saat di konfirmasi mengatakan, Saat ini kontraktor sedang mobilisasi material ke lokasi. Direncanakan paling lambat hari minggu sisi jalan sebelah longsoran akan dibuka sehingga genangan air akan lebih cepat mengalir.

“Terkait masalah ganti rugi kami tidak ada anggaran untuk ganti rugi, kerusakan ini sebetulnya masuk kategori force major (bencana alam),” ujar Endi.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *