Wabup Muratara : Pemimpin Harus Menjadi Contoh

Wakil Bupati (Wabup) Musi Rawas Utara (Muratara) H Devi Suhartoni,

MURATARA | KSOL — Kepemimpinan merupakan amanah yang setiap langkahnya harus dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Baik atau buruknya kepemimpinan bergantung pada setiap kebijakan yang diterapkan. Demikiam dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Musi Rawas Utara (Muratara) H Devi Suhartoni, pecan silam, Kamis (20/4).

Menurutnya, suatu daerah akan maju, apabila dinakhodai pemimpin yang bijaksana. Begitupun sebaliknya, suatu daerah akan bobrok apabila dinakhodai pemimpin yang tidak peduli dan masa bodoh terhadap rakyatnya. “Karena pemimpin yang baik adalah mereka yang menjadi contoh atau suri tauladan kepada masyarakatnya,” tegasnya.

Wabup menegaskan, sebagai pemimpin kita harus bersifat katalis, yakni memberi dan menjadi contoh kepada masyarakat dalam bidang apapun. “Jadi pemimpin itu katalis, artinya sebagai pemimpin harus memberi dan menjadi contoh,” katanya.

Salah satunya memberi contoh dalam bidang bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan terlantar atau lahan tidur. “Nenek moyang kita dulu tidak perlu repot-repot beli sayur ke pasar, karena mereka bisa ambil di kebunnya sendiri,” tutur dia.

Apalagi kata Wabup, bercocok tanam atau berkebun dengan memanfaatkan lahan terlantar merupakan bagian dari visi dan misi Kabupaten Muratara di bawah kepemimpinan Bupati H M Syarif Hidayat.

“Visi-misi pemerintah Kabupaten Muratara sangat jelas, salah satunya memanfaatkan lahan terlantar, bagaimana caranya, dengan cara membuka lahan untuk berkebun. Makanya saya juga berkebun, kebun saya di Desa Karang Waru, Kecamatan Rupit,” ungkapnya.

Menurut Wabup, tujuan dirinya membuka lahan untuk berkebun di Desa Karang Waru tersebut untuk memberi contoh yang baik kepada masyarakat, bahwa berkebun bisa menambah penghasilan.

“Saya berkebun di Karang Waru itu untuk memberi contoh kepada masyarakat. Harapan saya, kalau kebun itu berhasil, maka akan menjadi contoh yang baik. Artinya tanah yang selama ini nganggur menjadi ada nilai tambah,” ujarnya.

Terkait isu yang berkembang bahwa Wabup berkebun di Desa Karang Waru tersebut untuk kepentingan mencalonkan diri sebagai Bupati Muratara periode mendatang, Wabup menanggapinya dengan kepala dingin. Katanya, masyarakat Muratara sudah cerdas.

“Kalau ada isu saya berkebun karena kepentingan politik, saya rasa masyarakat bisa menilai, masyarakat kita cerdas-cerdas. Apakah berkebun itu ada unsur politik, biar masyarakat yang menilai, masyarakat Muratara ini cerdas,” pungkasnya.

TEKS / FOTO : RAHMAT AIZULLAH  | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *