Tradisi Unik Pergantian Prajurit Jaga Puro Pakualaman

YOGYAKARTA | KSOL – Kirab bregada Lombok Abang dan Plangkir tiba-tiba muncul dari arah barat. Rombongan kirab berbaris melalui pintu gerbang utama menuju tempat upacara.

Setelah menempati posisinya, dua pasukan mengirim pasukan regu untuk menjemput Manggalayuda sekaligus serah terima bendera. Sedangkan Manggalayuda berada di Tratag Bangsal Sewatama bersiap menjadi inspektur upacara dalam bahasa Jawa.

Bregodo Prajurit Lombok Abang saat melalui regol (gapura) Puro Pakualaman, Sabtu (15/4). (FOTO.DOK.KSOL/A.S.ADAM)

Menurut Mas Lurah Wiro Waskito (73) di Puro Pakualaman, pergantian bendera diganti setiap selapan (38 hari) oleh pasukan prajurit yang sama, yaitu prajurit Lombok Abang dan Plangkir. Masing-masing pasukan terdapat 40-50 personil. “Pergantian diwojo ini hanyalah pergantian bendera kesatuan.”

Jika sebelumnya bendera berwarna merah, katanya, maka kali ini setelah 38 hari diganti bendera berwarna hitam berlogo Puro Pakualaman dengan prajurit dari pasukan yang sama.

Meski sekarang adalah jatah jaga dari prajurit Plangkir, sambung Lurah Wiro Waskito, namun tidak serta-merta prajurit Lombok Abang menjadi non aktif. Meskipun dalam posisi sedang tidak bertugas jaga di Puro Pakualaman mereka harus tetap siaga.

Ledhek Gogik di antara penonton menunggu kirab bregodo di alun-alun Puro Pakualaman, Sabtu (15/4). (FOTO.DOK.KSOL/A.S.ADAM)

“Dahulu ada tiga macam Bregada di Pura Pakualaman: Bregada Lombok Abang, Kavelari (pasukan berkuda ) dan Plangkir. Namun sekarang hanya pasukan Lombok Abang dan Plangkir,” katanya.

Upacara pergantian pasukan ini dilakukan setiap Sabtu Kliwon. Ubo rampe dan drum band prajurit khas kraton dan tari-tarian tradisional mengiringi kirab dua pasukan ke halaman Pura Pakualaman.

Kepala Seksi Obyek dan Daya Tarik Wisata (Kasi ODTW) Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Wardoyo mengatakan, bahwa serangkaian acara ini dikemas atas kerja sama Dinas Pariwisata dan Puro Pakualaman sehingga menjadi atraksi wisata budaya menjadi sebuah tontonan yang menarik.

“Ini kami kemas menjadi sebuah tontonan gelaran hiburan dengan paduan budaya tradisi masyarakat mengacu kepada nilai-nilai pakem di puro pakualaman sendiri,” katanya.

Terjadi pergeseran pasukan setelah beberapa pasukan regu menjemput Manggalayuda untuk mempimpin upacara dalam bahasa Jawa, Sabtu (15/4). (FOTO.DOK.KSOL/A.S.ADAM)

Kolaborasi seni pertunjukan dengan tradisi Puro Pakualaman ini, lajut Wardoyo, dapat menciptakan kekuatan daya tarik wisata yang ada di tengah-tengah kota. Bahkan tradisi unik dari Puro Pakualaman ini menarik wisatawan untuk datang ke Yogyakarta.

“Dan pada hari ini kebetulan bertepatan dengan tingalan Ndalem Gusti Paku Alam (PA) sehingga momen ini kita padukan menjadi satu kesatuan prosesi sebuah rangkaian kegiatan,” terang Wardoyo kepada Kabar Sumatera, Sabtu (15/4/2017) sore.

Nur (27) beserta kedua anaknya senang dapat menonton prosesi pergantian prajurit jogo Puro Pakualaman. Selain itu, ia juga mengaku senang dapat mengajak anak-anaknya menonton kegiatan seni di alun-alun Puro Pakualaman yang tidak setiap pekan diselenggarakan.

“Sangat senang ada kegiatan seperti ini,” katanya. “Anak-anak jadi tahu seni dan budaya di Yogyakarta.”

Dua pasukan sudah berada di tempat upacara di dalam Puro Pakualaman, Sabtu (15/4). (FOTO.DOK.KSOL/A.S.ADAM)

Sambil tersenyum kepada Kabar Sumatera ia sering ketinggalan acara seni dan budaya di Yogyakarta karena hanya mengetahui informasinya dari mulut ke mulut. “Bisa menghibur anak-anak jadi senang. Ada tontonan tarian bisa dan bisa mengenal seni budayanya.”

Usai upacara, dua Bregada Pura Pakualaman kembali berkirab. Jika ketika masuk Puro Pakualaman diawali dari sisi barat, maka ketika keluar kirab justru (berputar) berjalan ke arah timur mengelilingi benteng Puro Pakualaman dan diikuti oleh masyarakat.

Acara juga dimeriahkan panggung pertujukan seni tradisi di Alun-alun Puro Pakualaman (Sewandanan). Beberapa kelompok musik humor seperti Sri Rejeki juga tampil menghibur masyarakat.

TEKS: A.S. ADAM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *