Alih Fungsi Lahan Jadi Ladang Sebabkan Longsor

YOGYAKARTA | KSOL – Akibat longsor susulan di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sebabkan proses pencarian korban dihentikan. Retakan-retakan tanah yang terisi air saat hujan menyebabkan tanah menjadi mudah longsor.

Ketua Tim Tanggap Darurat Ponorogo PVMBG Badan Geologi Hery Purnomo mengatakan, tanah lereng yang gembur dengan kemiringan 45 derajat menjadi salah satu pemicu longsor.

“Pegunungan di Ponorogo masuk wilayah zona merah dan kuning,” katanya kepada Kabar Sumatera.

Proses pencarian korban oleh para relawan di lokasi longsor dengan cara manual karena keterbatasan peralatan modern. (FOTO.DOK.KSOL/A.S.ADAM)

Berkurangnya pepohonan dengan kondisi tanah labil, lanjut Hery, memudahkan air menggerus tanah. Zona merah dan kuning harus dipahami merupakan daerah terlarang berbahaya.

“Di kawasan rawan longsor warga seharusnya menyingkir,” katanya. “Daerah aman seharusnya seluas satu hektar.”

Seorang relawan sedang berjalan di lokasi rawan longsor sesaat sebelum longsor susulan. (FOTO.DOK.KSOL/A.S.ADAM)

Hutan pinus yang berubah fungsi menjadi ladang jahe menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor. Ini karena pohon-pohon berakar kuat sebagai penahan lereng berdaya ikat tanah menjadi berkurang. “Kawasan rawan longsor ini diperkirakan terdapat struktur patahan atau sesar,” katanya.

Desa Banaran, Desa Bengkiring, dan Desa Talun masuk dalam zona merah dan kuning. Bersama pemerintah setempat pihaknya melakukan mitigasi dan merelokasi warga dari lokasi rawan longsor. Selain memeriksa gerakan tanah di lokasi longsor, pihaknya juga terus melakukan pemetaan lokasi menggunakan drone.

Ditemui Kabar Sumatera, Rabu (5/4/2017) pagi, sejumlah warga mengaku setuju dengan imbuan pemerintah untuk menjadikan tanah pribadi mereka sebagai lahan relokasi dengan syarat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bersedia memberikan bantuan bahan-bahan bangunan.

TEKS: A.S. ADAM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *