Tanpa KTP, Warga Muara Enim Didenda Rp 50 Ribu

MUARA ENIM | KSOL – Satpol PP Kabupaten Muara Enim yang tergabung dalam Tim Yustisi menggelar razia operasi Kartu Tanda Penduduk (KTP) di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Kemayoran Kota Muara Enim, sejak Kamis (6/4/17).

Hal ini dilakukan menurut Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Muara Enim, H Riswandar SH MH, melalui Sekretaris Zulkifli Dahlan, untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014, yang diantaranya mengatur denda bagi warga yang yang tidak memiliki atau membawa KTP

“Selain itu razia ini sebagai upaya‎ memberikan kesadaran kepada warga serta dan menciptakan keamanan, ketentraman serta kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Pantauan ‎kabarsumatera.com di lapangan, tampak ratusan warga Muara Enim terpaksa digiring petugas untuk mengikuti sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di tempat. Mereka harus dijaring Tim Yustisi karena tidak membawa identitas diri, berupa Kartu Tanda Penduduk.‎

Satu persatu kendaraan warga baik roda dua maupun roda empat yang melintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman Kemayoran Kota Muara Enim diberhentikan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Muara Enim.

Operasi Yustisi ini gabungan antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, kepolisian, Dinas Perhubungan, kejaksaan dan Pengadilan Negeri (PN) Muara Enim. Dalam operasi itu, Tim Yustisi meminta kepada setiap warga untuk menunjukan identitas berupa KTP.

Bagi mereka yang terbukti tidak memiliki atau membawa Kartu Tanda Penduduk langsung di giring petugas untuk mengikuti sidang yang telah dipersiapkan dilokasi yang tidak jauh dari lokasi operasi.

Razia yang dilakukan sekitar tiga jam itu, Tim Yustisi berhasil menjaring ratusan warga yang tidak memiliki atau membawa KTP.

Sementara itu, salah seorang warga yang enggan disebut namanya saat terkena razia KTP mengaku, dirinya masih berstatus pelajar, namun sudah mempunyai keterangan KTP sementara. Tapi karena tidak dibawa siswa tersebut harus ikut terjaring Tim Yustisi.

“Yo aku ini masih pelajar kak, punyo KTP sementaro tapi bentuk nyo kertas takut rusak jadi idak aku bawa, jadi aku tetap keno dendo Rp. 50 ribu,” ujarnya.

Selama razia berlangsung arus lalu lintas meski tersendat, namun berjalan lancar. Diatas trotoar tampak pula sebuah plang pemberitahuan yang berisi tulisan “Maaf perjalanan anda terganggu, ada razia tim Yustisi Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Muara Enim”.

 TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *