Polemik Tambang Batubara Ilegal di Muaraenim Belum Usai

MUARA ENIM | KSOL – Persoalan maraknya tambang batu bara ilegal (tambang rakyat) di wilayah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan selalu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Di satu sisi adanya tambang rakyat dapat membantu ekonomi masyarakat sekitar. Namun sebaliknya, dampak yang ditimbulkan oleh tambang yang dikelola secara tradisional, selain dapat merusak ekosistem alam dari bekas lobang-lobang yang ditinggalkan, juga memiliki tingkat resiko keamanan yang lebih tinggi.

Wakil Bupati Muara Enim H Nurul Aman SH (Baju batik mengadap kamera) di dampingin Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP‎ dan rombongan saat diwawancara sejumlah wartawan saat meninjau lokasi kebakaran

BACO BERITA TERKAIT LANNYO : KAPOLRES : BANYAK AKTOR YANG BERMAIN DALAM BISNIS BATUBARA ILEGAL

Sebab,  sewaktu-waktu dapat membahayakan jiwa bagi para pekerjanya, karena terkait dengan ventilasi tambang dan potensi runtuhnya tambang serta kebakaran dan ledakan tambang, apalagi pengambilan batubaranya dilakukan tanpa Standar Operational Prosedur (SOP). Proses ini sangat berbeda dengan tambang resmi yang dilakukan secara modern dan memiliki prosedur keamanan.

Tampak Tiga lubang tambang ilegal di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim sejak Rabu malam (29/3/17) hingga kemarin masih terbakar dan belum diketahui penyebab pastinya.

Tidak tegasnya aparat juga menjadi salah satu menjamurnya tambang rakyat illegal. Akibatnya aktivitas  penambangan batubara ilegal masih banyak dilakukan sejumlah oknum masyarakat di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Akibatnya, peristiwa kebakaran dan meledaknya tambang batubara ilegal kembali terjadi untuk ketiga kalinya. Setelah sebelumnya kebakaran hebat terjadi di lokasi tambang batubara ilegal di kawasan Simpang Karso Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul, sekitar Bulan Juni dan pertengahan September 2015 silam.‎

Kali ini, areal tambang batubara yang dikelola rakyat secara ilegal meledak dan terbakar terjadi di wilayah Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.‎

Sedikitnya ada 3 lubang tambang ilegal yang terbakar sejak Rabu malam (29/3/17), hingga baru bisa benar-benar dipadamkan, Rabu (5/4/17), yang diduga akibat mesin penyedot.

Kal itu terlihat kepulan asap hitam pekat dan kobaran api membumbung tinggi hingga beberapa meter keluar dari ‎tiga titik lobang tambang galian lahan. Diketahui lahan itu milik Suhendri, warga Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim.

Karena medan dan material tambang sulit dijangkau, petugas juga mengalami kendala untuk melakukan pemadaman.‎ Bahkan, kobaran api hingga keluar dari lubang-lubang tambang galian batu bara ilegal.‎ Meski tidak ada korban jiwa, pemilik lahan yang sudah kabur dipastikan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

‎Diketahui kronologis kejadian, api berawal membesar oleh mekanik dompleng yang sedang memperbaiki mesin penyedot air di kedalaman sekitar 15 meter. Tiba-tiba terdengar ledakan. Beruntung pemilik tambang sempat melarikan diri dari lobang tambang tersebut.‎

Sejak kejadian, tidak ada tindakan pemadaman. Namun pihak kepolisian dan pihak terkait sudah turun ke lapangan untuk melihat dan mengamankan serta memasang garis police line di lokasi.

Amirudin salah seorang mekanik tambang saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa hari lalu kawasan pertambangan rakyat ini sudah terbakar yang diawali kepulan asap. Baru setelah itu saat malam harinya muncul api yang sangat besar hingga terasa panas dalam beberapa radius karena didalamnya terdapat material dan batubara yang terbakar.

‎Sementara, Kepala Desa Tanjung Lalang, Edi Yanuar mengatakan, pihaknya mengetahui adanya laporan warga bahwa ada kebakaran lubang tambang. Menurut warga, terbakarnya lubang di kawasan tambang rakyat ini sejak malam kemarin, Rabu malam (29/3/17).

“Kalau saya dapat informasi dari warga sekitar pukul 11 malam, dan sekarang dalam penanganan semua pihak dalam mengatasi hal ini,” kata dia.

Sedangkan, Camat Tanjung Agung, Drs Saprioma dihubungi melalui nomor handphonenya membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak dalam mengatasi masalah kebakaran tambang batubara ilegal ini. Saprioma berharap agar dapat ditemukan solusi yang terbaik.

“Pak Wabup, Kapolres, Kasdim dan jajaran lainnya sudah  meninjau lagsung lapangan. Kita juga sudah koordinasi dengan Tripika, Distamben Provinsi, dan meminta bantuan tim Rescue PTBA untuk melakukan pemadaman secara bersama-sama PBK Muara Enim.‎ Ya semoga cepat padam dan bisa ditanggulangi,” terangnya.

Wakil Bupati Muara Enim, H Nurul Aman SH di dampingin Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan, SIK, MPP dan Ketua Komisi DPRD Kabupaten Muara Enim Faizal Anwar SE langsung meninjau lokasi kebakaran.

Mereka menyampaikan, pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan Provinsi. Sebab menurut Wabup, meski wilayah milik Pemkab Muara Enim, namun terkait proses perijinan dan lainnya kembali ke Provinsi.

“Paling tidak pemerintah daerah akan berkoordinasi dulu dengan pihak provinsi. Karena ini sudah kewenangan provinsi. Intinya kita yang punya wilayah tapi izinnya balik ke provinsi,” ujar Wabup Muara Enim.

TEKS/ FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *