Kapolres : Banyak Aktor yang Bermain dalam Bisnis Batubara Ilegal

MUARA ENIM | KSOL — Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan mengatakan, banyak actor yang bermain dalam bisnis batubara illegal di wilayah hukum Muaraenim. “Kita akan akan melakukan regulasi dulu, setelah itu baru kepenegakan hukumnya,” ujar Kapolres usai upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) 5 Polsek di jajaran Polres Muara Enim, belum lama ini, (7/4/2017).

Menurut Kapolres untuk melakukan penindakan hukum terhadap pelaku bisnis batubara illegal akan mempelajari regulasinya dan pihak terkait yang mungkin terlibat. Sebab menurut Kapolres dalam masalah ini banyak pihak yang diduga terlibat.

BACO BERITA SEBELUMNYO : Polemik Tambang Batubara Ilegal di Muaraenim Belum Usai

Kita akan pelajari dulu, regulasinya siapa yang mengeluarkan? Sekarangkan perizinan di dinas pertambangan Provinsi. Karena ini persoalan tambang rakyat, tidak hanya satu lokasi saja. Penyelesaiannya tidak bisa satu pihak saja, semuanya bekerjasama. Saya bilang kan aktornya banyak itu. Maksudnya, ada penyelenggara aktivitasnya disitu. Mulai dari adanya masyarakat setempat yang menambang, pelansir ada pengangkut, seperti ojek arengnya, penggali, penampungnya, pemodal, pemilik lahan dan pembeli. Jadi semua pihak harus duduk bersama untuk menyelesaikan,” jelasnya.

Upaya penegakan hukum terhadap tambang batubara illegal di Muaraenim sampai 5 kali ganti Kapolres tak juga kunjung tuntas. Warga menyoal mengapa 5 Kapolres tak satuoun yang bisa menyelsaikan kasus ini? Oleh sebab itu, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu terhada kasus ini.

“Kita akan melihat terlebih dahulu, metode mana yang belum pernah dilaksanakan, barulah kita akan mencoba untuk menuntaskannya,” ujar kapolres.

Tak ayal, hal ini juga disoal kalangan pers. “Kenapa kasus ini tak selesaiselesai, Pak?” Tanya salah satu awak media di Muaraenim.

Mantan Kapolres OKU induk justru balik bertanya ke sejumlah awak media yang mewancarainya. Kapolres berujar : “Ada apa ini, ayo kawan-kawan kasih infonya? Ya, itulah, yang menjadi pertanyaan besar selama ini kan? Saya juga bertanya kenapa ini nggak selesai-selesasi?”jawabnya.

Sebagai informasi, para pekerja tambang ilegal mayoritas merupakan warga pendatang, terutama dari daerah Lampung. Hal itu dibenarkan Kapolres. “Ya, betul, tetapi kan yang jadi ceker atau bos-nya juga dari sini, jadi sama aje, kan? jawabnya sedikit bergurau.

Ditanya dugaan keterlibatan oknum petugas yang membackingi aktivitas pertambangan batubara ilegal ini, Kapolres mengutarakan, pihaknya sedang melakukan lidik dan sidik.

Menurut Kapolres, bia kemudian ditemukan adanya oknum Polres Muaraenim‎ yang membackingi atau bermain dibisnis batubara ilegal, pihaknya akan memberi sanksi tegas.

“Kita sudah terikat dengan hukum sipil, makanya kita akan akan proses dan tidak akan membiarkannya, karena sudah ada aturan mainnya yang mengatur, yakni undang-undang.

Jadi intinya kalau untuk penindakan tidak sulit, tetapi yang lebih kita fikirkan adalah solusinya. Solusinya adalah dengan punya legalitas hukum yang bisa melindungi,” tukasnya.

Menurut Kapolres, dalam bisnis batubara ilegal ini bisa saja dengan memutus mata rantainya. Namun Kapolres kembali menyoal akan kemana mereka? bagaimana cari memutus rangkaian

“Memutus mata rantainya gampang. Tetapi mereka nanti kemana larinya? Karena disitu ada aktivitas ekonominya, jadi kan harus ada solusi juga kan,”tutupnya.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR‎ : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *