Anggota Geng Narkoba Pembacok Polisi Ditangkap

MUARA ENIM | KSOL — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama dengan Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan menggerebek markas narkoba di Jl Jermal 15 Gang Dojo, Kecamatan Medan Denai, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (7/4/2017).

Dalam penggerebekan yang dipimpin Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho itu, empat orang warga diduga anggota geng narkoba, yang terlibat dalam pembacokan terhadap perwira polisi, AKP AR Rangkuti, ditangkap polisi.

BACO BERITA SEBELUMNYO : Perwira Polisi Kritis Diserang Mafia Narkoba

“Kita juga melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. Ke mana pun tetap kita kejar. Kita sangat menyesalkan kejadian penyerangan itu. Apalagi, polisi yang diserang saat melakukan penangkapan terhadap bandar narkoba,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyampaikan, jumlah tersangka yang ditangkap dalam penyerangan terhadap AKP AR Rangkuti sebanyak tujuh orang. Ketujuh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan.

“Butuh perhatian dan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba. Jika tidak segera diberantas maka semakin berbahaya. Ini ancaman terbesar buat generasi bangsa,” katanya.

Menurutnya, petugas masih mendalami peran ketujuh tersangka dalam keterkaitannya di bisnis narkoba. Untuk penyerangan terhadap perwira polisi, para pelaku dijerat dalam kasus penganiayaan.

Sebelumnya, seorang perwira polisi anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, AKP AR Rangkuti, kritis akibat diserang anggota jaringan mafia narkoba di Jl Jermal XV Gang Dojo, Kecamatan Medan Denai, Sumatera Utara, Kamis (6/4) malam.

Perwira polisi dibacok oleh belasan orang saat akan memboyong dua bandar besar narkoba yang ditangkap dari lokasi kejadian. Penyerangan itu membuat dua bandar narkoba yang sebelumnya sudah ditangkap, akhirnya meloloskan diri.

“Korban (Rangkuti) sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Materna. Kondisi lukanya lumayan parah. Dia mengalami luka bacokan di kepala, badan, tangan dan kaki,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting.

Rina menceritakan, kasus pembacokan yang menimpa Rangkuti berawal dari laporan masyarakat tentang Benget dan Putri sebagai bandar besar narkoba. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Rangkuti dan Kompol Sembiring.

Dengan menyaru sebagai pembeli, Rangkuti bersama Sembiring, akhirnya berhasil meringkus Benget dan Putri. Keduanya pun dibawa untuk pengembangan lebih lanjut. Putri kemudian berteriak rampok saat polisi itu ingin memboyongnya.

Rangkuti kemudian dibacok dari belakang. Saat berusaha menyelamatkan diri, kaki korban juga disabet kelewang. Masih belum puas juga, para pelaku membacok tangan dan tubuh perwira polisi tersebut.

TEKS / FOTO : BERITASATU.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *