Sadli, Putra Asli Muaraenim Jawara Dangdut, Kita Harus Bangga Budaya Sendiri

TANJUNG ENIM | KSOL –Direktur Pengembangan Usaha PTBA, Eko Suryo Hadianto mengatakan, musik atau lagu dangdut merupakan ciri khas bangsa Indonesia. “Jadi kita harus bangga,” ujarnya mewakili segenap managemen dan Ketua Panhut PTBA ke 36 di Lapangan Ex Sentral Lama PTBA Tanjung Enim,Kabupaten Muara Enim, Kamis (2/3/16) membuka malam Grand Final Festival Lagu Dangdut, Rabu (1/3/16) malam.

Menurutnya, bila kita mendengar musik campur sari, selalu terbayang dengan daerah Jawa. Namun mendengar musik samba, orientasinya ke Amerika latin. Namun sebaliknya, kalau mendengar lagu Gledorian akan ingat musik asal Kota dari Roma Italia.

Tetapi bila mendengar lagu atau musik Dangdut, akan ingat musik khas Indonesia, Sabang sampai Marauke. “Begitu mendengarkan lagu dangdut seperti syairnya Rhoma Irama, pasti kita akan mengoyangkan badan kita. Nah, Ini adalah ciri khas, tepuk tangan untuk musik Dangdut,” ujar Eko Suryo Hadianto‎ mantan Direktur Umum dan SDM PTBA

“Saya melihat anak-anak muda yang hadir di sini dan berharap kepada generasi muda untuk jangan malu dengan budaya kita sendiri. Kita harus bangga seperti halnya dengan musik dangdut. Meski dulu orang mengatakan musik  dangdut kampungan, itu salah menurut saya. Dangdut adalah milik kita. Dangdut harus kita bawa sampai pentas Internasional. Kita mulai dari Tanjung Enim mudah-mudahan muncul artis-artis dari Kota Tanjung Enim yang bisa masuk ke pentas nasional,” harapnya.

Pada event itu, peserta wakil Kecamatan Kota Muara Enim atas nama Sadli Husendra berhasil menjadi jawara 1 pada malam Grand Final Festival Lagu Dangdut dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 36 PT Bukit Asam (persero) Tbk, pekan silam di Fasilitas Sosial (Fasos) Lapangan Ex Sentral Lama PTBA Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Rabu malam (1/3/16).

Membawakan lagu pilihan “Pelaminan Kelabu” yang dipopulerkan Mansur S, ia mengungguli 14 finalis lainnya dari perwakilan Kecamatan Merapi Barat dan Timur Kabupaten Lahat dan Kecamatan Tanjung Agung serta Lawang Kidul Tanjung Enim.

Sementara finalis tuan rumah asal Kecamatan Lawang Kidul Tanjung Enim atas nama Yuliani meraih posisi juara ke 2 dan Rekki Martha asal Kecamatan Merapi Timur diposisi juara 3, serta juara harapan 1 diraih Mahdalena dari Kecamatan Lawang Kidul, Mikko Syahputra juara harapan 2 dari Kecamatan Merapi Barat.

Sedangkan juara harapan 3 diraih Novriani asal Merapi Timur Kabupaten Lahat dan juara Favourite disabet finalis asal Kecamatan Tanjung Agung, Memey.

‎Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara HUT ke36 PT Bukit Asam (persero) Tbk tahun 2017 Yuhendri Wisra melalui Ayi Syamsuddin selaku Event Organizer (EO) menjelaskan, masing-masing pemenang berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan dengan nominal untuk juara I uang sebesar Rp. 3.500.000, Juara II sebesar Rp 2.500.000, Juara III Rp 2.000.000. Dan harapan I Rp 1.500.000, Juara harapan II Rp 1.250.000, dan Juara harapan III Rp 1.000.000, serta Favorit uang sebesar Rp. 1.500.000,-‎

“Alhamdulillah, malam Grand Final Festival Dangdut berlangsung seru dan meriah. Terlebih ke 15 peserta melakukan performance di atas panggung yang besar (rigging) dan spektakuler. Juga di dukung dengan kekuatan sound system yang besar dari Mels Banddi dan di iringi oleh Orgen Tunggal Lank Buana Plus (Gitar dan Suling). Untuk 7 peserta terbaik berhak mengisi hiburan pembuka pada pesta hiburan rakyat pada 2 Maret untuk mendampingi artis dangdut nasional ibu kota Zaskia Gotik.‎ Pada pembukaan acara juga disuguhkan Dance Performance dari Sanggar Meribang Tanjung Enim,”terang Ayi dijumpai usai lomba.‎

Adapun ke empat juri yang memberikan penilaian pada malam Grand Final Festival Dangdut  yaitu Papang Arfa (ketua merangkap anggota), Ali Idrus (anggota), Satirudin SH (anggota) dan Ujang Suhendra (anggota). Dengan kriteria penilaian meliputi Vocal Suara, Cengkok, Rasa / Ekspresi, Teknik dan Performance / penampilan.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *