Bupati Intruksikan Pembayaran TPP PNS Tidak Boleh Tersendat

EMPAT LAWANG  I KSOL –  Sebagaimana instruksi dari Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah, pembayaran TPP bagi PNS di Empat Lawang tidak boleh tersendat. Terkait hal tersebut, Kepala DPKAD Kabupaten Empat Lawang, M Daud, menuturkan, di 2017 ini TPP PNS pada Januari dan Februari sudah dibayar. “Dua bulan sudah kita bayarkan untuk TPP PNS Empat Lawang,” kata Daud, saat dibincangi di ruang kerjanya, baru baru ini.

M Daud (Kepala DPKAD Kabupaten Empat Lawang)

Hanya saja, lanjut Daud, ada beberpa SKPD yang belum mengajukan permintaan ke pihaknya. “Hanya ada beberapa saja yang belum mengajukan permintaaan, kalau kita ini sifatnya hanya menunggu saja, jika ada permintaan kita bayar,” sebutnya.

Dibeberkan Daud,  anggaran TPP dalam sebulan mencapai Rp 2 Miliar lebih. “Itu dibayarkan ke seluruh PNS Empat Lawang. Dan kita sudah tahu bahwa saat ini uang TPP dipukul rata tidak ada perbedaan,” jelasnya.

Disisi lain, Daud mengakui, absensi PNS mempengaruhi pembayaran TPP. “Jadi ada potongan, itu sudah ada aturannya. Misalnya, PNS yang telat apel, atau pun tidak masuk sama sekali, itu ada presentase pemotongannya,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah mengatakan, kembali diterapkannya anggaran TPP bagi pegawai tentunya untuk memperjuangkan kesejahteraan bagi pegawai. “Untuk penyerataan kesejahteraan pegawai sudah kita anggarkan TPP,”kata Syahril.

Makanya, terang Syahril, tak ada istilah lagi bagi pegawai yang bermalas-malasan dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara juga melayani masyarakat Empat Lawang.

“Kesejahteraannya sudah diperjuangkan, nah perihal kedisiplinan pegawai menjadi persoalan utama,”ungkapnya.

Mengenai kedisiplinan, sambung Syahril, pihaknya pun telah menerapkan sistem absensi finger print. Nah dengan keberadaan sistem absensi finger print ini, pegawai tak bisa melakukan manipulasi kedisiplinan baik kedatangan dan pulangnya. Ini sebagai bentuk langkah kita untuk benar-benar menciptakan kewajiban pemerintah yang efektif  serta pegawai yang produktif.

“Kalaulah masih ada juga pegawai yang bermalas-malasan, berarti pegawai itu memang ingin diberikan sanksi,”imbuhnya seraya menambahkan mengenai kedisiplinan pegawai akan terus dilakukan evaluasi.

 

TEKS / FOTO : ARI  / EDITOR : SAUKANI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *