Berani Buang Sampah Sembarangan di Tebing Tinggi, Siap-Siap Malu!

EMPAT LAWANG | KSOL – Permasalahan sampah di Empat Lawang masih menjadi perhatian khusus. Sebab, volume sampah di bumi saling keruani sangi kerawati tergolong tinggi, mencapai 16 ton per hari, campuran dari sampah organik dan non organik.

“Itu termasuk sampah rumah tangga, kita masih mengupayakan solusi agar kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Empat Lawang, Mgs. Nawawi, kemarin (3/2/2017).

Mgs A Nawawi (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Empat Lawang)

Mgs A Nawawi (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Empat Lawang)

Tingkat kesadaran sendiri, kata Nawawi, masih rendah. Terkit dengan hal itu, mulai 2017 akan diupayakan sanksi moral bagi masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Sanksi ini dengan membuat situs jejaring sosial untuk masyarakat yang membuang sampah sembarangan, khususnya yang berada di Pasar Tebing Tinggi.

Caranya, dengan mengambil foto saat ada masyarakat membuang sampah  sembarangan, lalu di unggah ke media sosial (medsos)

“Masih berani buang sampah sembarangan di Tebing Tinggi, siap-siap malu! Ini biar menjadi efek jera, timbul kesadaran menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Metode Medsos, imbuh Nawawi, mengingat untuk di Empat Lawang jika ingin membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan membuang sampah sembarangan, itu akan sia-sia saja, karena kesadaran masyarakat Empat Lawang ini masih kurang akan kebersihan.

“Sekarang ini kita hanya sebatas memberikan himbauan kepada masyarakat, terutama para pedagang yang dipasar itu, supaya tidak membuang sampah sembarangan, nanti kalo sudah di sosialisasi terus, baru kita terapkan sanksinya,” katanya.

Sebagai informasi, tahun 2017  DLH Empat Lawang akan membeli 1 mobil sampah tambahan, sebab saa t ini DLH hanya memiliki 5 mobil dum truck dan 4 becak motor (Bentor) untuk pengangkut sampah. Tapi 1 mobil dumtruck kita dalam keadaan rusak. “Jadi cuma 4 mobil yang beroperasi mengangkut 16 ton sampah setiap hari,” ujarnya.

Menurut Nawawi, pihaknya juga akan mengoperasikan 5 kontainer untuk dijadikan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah. Sebab, TPS yang lama, menurut Nawawi, akan ditutup.

Sebab selain karena kantor kebersihan sudah pindah dari DPK3 ke DLH, juga lantaran TPS lama sangat tidak strategis berada tepat berada di tepi jalan poros di samping kantor DPK3 Empat Lawang.

“Iya sangat tidak cocok, ganggu pandangan dan penciuman. Makanya kita telah siapkan 5 kontainer yang akan kita jadikan tps. Kita lagi cari titik-titik yang cocok,” kata Nawawi menambahkan, dalam mengatasi permasalahan sampah juga pihaknya telah menugaskan sebanyak 195 orang personil pasukan sapu jagat alias petugas kebersihan.

TEKS/FOTO : ARI | EDITOR : SAUKANI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *