Muhklisin Hanya Terbaring Lemah Dengan Perut Kian Membesar

EMPAT LAWANG I KSOL – Miris, sudah hampir 5 bulan ini, Muhklisin (22) hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur dengan kondisi badan semakin kurus dan perutnya kian membesar. Warga Perumnas belakang MTS, Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi ini, diduga mengalami gagal ginjal.

Muhklisin terbaring lemah didampingi ibunya saat dirawat di desa Batu Raja baru

Muhklisin terbaring lemah didampingi ibunya saat dirawat di desa Batu Raja Lama

Dengan kondisi semakin parah, saat ini Muhklisin dirawat di rumah salah seorang petugas kesehatan di Desa Batu Raja Lama, Kecamatan Tebing Tinggi.

Ibu Muhklisin, Nurlina (47) tak mampu berbuat banyak, karena tidak ada biaya untuk pengobatan. Ia hanya berharap anaknya bisa kembali sehat dan bekerja, walaupun saat ini hanya dengan perawatan dan pengobatan seadanya.

Diceritakannya, usai tamat SMA, Muhklisin bekerja di sebuah koperasi di Bengkulu dan tinggal dengan neneknya. Lalu sekitar Maret 2016 anaknya sakit dan dirawat selama seminggu di Rumah Sakit di Bengkulu.”Kata dokter, anak saya ini sakit gejala gagal ginjal. Setelah pulang dari rumah sakit dia masuk kerja lagi, tapi saat kerja dia sakit lagi dan sempat jatuh. Karena sakit itu saya menyuruhnya ke Tebing Tinggi,” jelas Nurlina, kemarin (31/1/2017).

Di Tebing Tinggi, Muhklisin sempat di rawat di Puskesmas Tebing Tinggi selama satu Minggu. Setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Sobirin di kota Lubuklinggau selama dua minggu. “Saat kami tanya apa rawat jalan atau rujuk ke Palembang, dokter bilang tidak usah, nanti dia sembuh. Jadi kami bawa pulang lagi ke Tebing,” ulasnya.

Dikatakannya, perut anaknya mulai membesar setelah pulang dari kota Lubuklinggau. Awalnya menderita diare selama seminggu, setelah itu perutnya makin lama makin membesar dan keadaannya seperti ini sudah lebih empat bulan.

Hingga saat ini, belum ada bantuan dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Empat Lawang untuk membantu pengobatan Muhklisin. Nurlina juga belum sempat melapor ke instansi terkait, hanya sebatas RT dan kelurahan saja karena sibuk mengurus anaknya.”Bantuan dari pemerintah belum ada, kita tidak punya BPJS, waktu mau dirujuk ke Linggau kita disuruh minta surat keterangan tidak mampu ke RT. Jadi berobatnya pakai surat itu saja. Sekarang dirawat di sini dulu belum tau mau dibawa ke Palembang atau tidak, kami berembuk dulu,” ujar Nurlina sambil menangis.

Herman, salah seorang petugas kesehatan di Rumah Sakit Pratama Pendopo yang tinggal di Desa Batu Raja Lama mengatakan, Muhklisin dibawa ke rumahnya agar bisa mendapatkan perawatan, karena di rumah Muhklisin tidak ada yang mengurus hanya ibunya saja. Dia menambahkan, kondisi ginjal Muhklisin tersebut memang sudah sangat parah, dan harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif lagi. “Kalau sebatas Rumah Sakit kita, Linggau itu tidak mampu, jadi saya harap kalau bisa dibawa ke Rumah Sakit di Palembang,” imbuhnya.

Sementara itu, bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah melalui Kabag Humas dan Protokol, Leo Efriansyah mengatakan, jika Bupati sebelumnya telah memerintahkan intansi terkait untuk melihat dan mengecek secara langsung kondisi Muhklisin. “Dinkes, lalu Dinsos, dan pihak rumah sakit sudah diperintahkan Bupati untuk melihat kondisi Muhklisin,”kata Leo.

Bupati sendiri, secepatnya akan melihat secara langsung kondisi Muhklisin. “Pak Bupati sudah mengetahui kabar penyakit yang diderita Muhklisin. Dalam waktu dekat ini beliau (Bupati, red) secara langsung akan menjenguk Muhklisin dan memberikan bantuan untuk pengobatannya,” tukasnya.

TEKS / FOTO : ARI  /  EDITOR : SAUKANI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *