Boleh Menerima Sumbangan, Tapi Tidak Dari Siswa Miskin

EMPAT LAWANG | KSOL – Penerapan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah masih belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Akibatnya, banyak orangtua yang belum bisa membedakan antara sumbangan, bantuan, dan pungutan.

Agusni Effendi (Kadisdikbud Empat Lawang)

Agusni Effendi (Kadisdikbud Empat Lawang)

Menanggapi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Empat Lawang,  Agusni Effendi mengatakan, bahwa komite sekolah memang boleh menerima sumbangan dana sesuai dengan Permendikbud nomor 75 tahun 2016.

Namun, Agusni menggarisbawahi, jika komite dilarang memungut biaya kepada siswa atau wali murid yang kurang mampu atau miskin. “Sebenarnya saya kurang sependapat jika bahasanya menyebutkan pungutan, mungkin lebih pantas sumbangan tidak mengikat ,” ungkap Agusni,  (31/1/2017).

Agusni menjelaskan, bahwa komite sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.

Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain oleh komite sekolah dilakukan dalam bentuk bantuan atau sumbangan sukarela, bukan dalam bentuk pungutan melalui keputusan komite sekolah yang besarannya ditentukan.

Bantuan pendidikan merupakan pemberian berupa uang, barang atau jasa pelakunya adalah pemangku kepentingan satuan pendidikan diluar peserta didik atau orangtua wali dengan kesepakatan bersama. “Sumbangan juga pemberian berupa uang, barang atau jasa secara sukarela dan tidak mengikat. Sedangkan pungutan adalah penarikan uang oleh sekolah, mengikat dan jumlahnya ditentukan,” ungkapnya.

Menurut Agusni, Permendikbud nomor 75 tahun 2016 justru melarang komite sekolah untuk melakukan pungutan. “Boleh menggalang dana melalui bantuan dan sumbangan, syaratnya harus ada proposal,” jelasnya.

Mengenai penggalangan dana, Agusni menegaskan, harus bersifat transparan. “Jika komite ingin menggalang dana harus jelas laporannya berapa yang diperoleh dan diperuntukan untuk apa,” tukasnya.

TEKS / FOTO : ARI  |  EDITOR : SAUKANI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *