Baliho Pilkada Dipaku di Pohon, IMAN : Calon Pemimpin kok merusak lingkungan?

M Rifqi Hamdani, Ketua IMAN Muara Enim

M Rifqi Hamdani, Ketua IMAN Muara Enim (Foto.Dok.KSOL/Aldo)

MUARA ENIM | KSOL – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Muaraenim akan dilangsungkan pada 2018. Tapi sejak pecan ini, (28/1/2017) sejumlah spanduk, poster dan baliho sudah berhambur di berbagai sudut kota dan desa di Kabupaten Muaraenim. Sebagian diantaranya dipaku di pohon.

Maraknya sampah digital itu mendapat sorotan dari Ikatan Mahasiswa Amanat Nasional (IMAN) Muaraenim. Lembaga ini mengkritisi ulah para simpatisan dari masing-masing bakal calon bupati (balonbup) yang memasang baliho dan atribut sosialisasi balonbup di pepohonan.

M Rifqi Hamdani, Ketua IMAN Muara Enim mengatakan, maraknya pemasangan atribut di pohon dan sejumlah tempat di Muara Enim menjelang pemilukada 2018 dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurutnya, pemasangan atrbut kampanye selain melanggar aturan kampanye, mengganggu keamanan, estetika dan keindahan kota dan merusak lingkungan.

Tidak sedikit baliho dan atribut tersebut dipasang di tiang-tiang listrik, dipaku di pohon-pohon yang ditanam dan dirawat pemerintah daerah. Selain itu di tempat-tempat yang semestinya tidak boleh dipasang. “Ini jelas merusak estetika kota,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Rifqi mengimbau agar seluruh simpatisan dan tim pemenangan balonbup agar untuk mematuhi aturan dalam melakukan sosialisasi. “Silakan pasang atribut kampanye tapi jangan memanfaatkan fasilitas publik, apalagi memaku di pohon,” katanya.

Seharusnya menurut Rifqi para tim sukses tidak memasang spanduk maupun baliho di pohon. Sebab hal itu dapat merusak keindahan dan kelestarian pepohonan di pinggiran jalan. Ini dapat mengganggu ekosistem alam.

“Kasihan pohon kalau dipaku seperti itu, apalagi mau jadi pemimpin kok merusak lingkungan? karena memaku pohon bisa membunuh tumbuhan itu secara perlahan,” ujarnya, belum lama ini (28/1/2017).

Melihat kenyataan itu, Rifqi menyimpulkan para simpatisan belum memahami pentingnya pohon yang ditanam untuk paru-paru kota dan kehidupan manusia. “Karena mereka tidak paham, sehingga masih ada yang melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Rifqi mengharapkan kepada pihak terkait agar dapat memberikan teguran maupun peringatan kepada yang bersangkutan. “Saya mengimbau kepada pihak terkait agar memberi peringatan dan teguran sehingga tidak dipasang di pohon, apalagi dipaku pada batang pohon, jelas dapat merusak pohon tersebut.” katanya.

Silakan pasang baliho di tempat-tempat yang tidak mengganggu kenyamanan dan keindahan,” ujar ketua Ikatan Mahasiswa Amanat Nasional Kabupaten Muara Enim tersebut.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : SUMARMAN




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *