LINKSOS : Bebaskan Tanpa Syarat Biaya Pengobatan Kusta

MALANG | KSOL – Perkumpulan Lingkar Sosial (LINKSOS) meminta dengan tegas kepada negara untuk memberikan jaminan kesehatan gratis tanpa syarat. Selain itu pemerintah juga wajib memberi hak habilitasi dan rehabilitasi, aksesibilitas, kesehatan dan konsesi.

“Hal ini menjadi penting agar ke depan tidak ada lagi pengucilan bagi para penyandang kusta di masyarakat,” ujar Kertaning Tyas, Pendiri LINKSOS, terkait dengan Hari Kusta Sedunia 2017.

TALKSHOW - Kertaningtyas (pakai headpohne) sedang Talkshow di salah satu Radio Swasta

TALKSHOW – Kertaningtyas (pakai headpohne/kaos putih) sedang Talkshow di salah satu Radio Swasta.

Pentingnya hal diatas, mengingat, sistem pelayanan kesehatan di negeri ini sekarang menggunakan BPJS Kesehatan. Sementara, tak semua orang mampu membayar iuran BPJS. “Terlebih bagi orang yang mengalami kusta. Stigma yang melekat membuat mereka dijauhi lingkungan hingga kehilangan pekerjaan,” ujar Tyas—panggilan akrab alumnus Sekolah Demokrasi Ogan Ilir (SDOI) Sumsel ini.

Sementara untuk mendapatkan BPJS PIB (Penerima Iuran Bantuan) menurut Tyas tak semudah membalikkan telapak tangan. Semua harus melalui verifikasi dinas sosial. Kecuali memiliki kartu layanan serupa yang berlaku sebelumnya, seperti Jamkesmas atau Jamsoskes.

“Ruwetnya birokrasi, stigma dan rasa sakit yang diderita membuat sebagian orang yang mengalami kusta memilih bertahan di rumah hingga umur berakhir,” tegasnya.

Tyas menyebutkan, penderita kusta adalah bagian dari kelompok disabilitas yang mempunyai hak sama terkait jaminan kesehatan.

Hal ini sesuai amanat Pasal 5 Undang-undang RI No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Maka dari itu, negara harus menjamin terpenuhinya, terlindunginya serta menghormati hak-hak orang dengan kusta termasuk adanya jaminan kesehatan gratis bagi para penyandang kusta yang selama ini terdiskriminasi,” tegasnya.

Melalui press release-nya, LINKSOS menyebutkan angka kusta di Indonesia masih cukup tinggi. Mengutip rilis Kemenkes (2015), LINKSOS mencatat temuan kasus baru mencapai 16.825, menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia dengan kasus baru kusta terbanyak setelah India (134.752 kasus) dan Brasil (33.303 kasus).

Seperti dalam sejumlah lietartur disebutkan, kusta adalah penyakit menular disebabkan oleh Mycobacterium Leprae. Banyak diderita masyarakat miskin yang dipicu buruknya sanitasi, pola hidup tidak sehat dan lingkungan yang kumuh.

Namun, Tyas menyebutkan, kusta dapat disembuhkan. Obatnya dapat diperoleh secara gratis di Puskesmas. Namanya MDT atau Multi Drug Terapi. Dalam pengobatan kusta ketika Puskesmas tidak sanggup akan dirujuk ke Rumah Sakit. “Namun jika terlambat pengobatan dan penanganan yang tidak tepat, dapat mengakibatkan disabilitas,” tambahnya.

TEKS : REL   |   EDITOR : T PAMUNGKAS  |  ILUSTRASI : GOOGLE IMAGE



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *