Guru Honorer di Empat Lawang Minta Kejelasan , “Kami Guru Honda Apa TKS” ?

EMPAT LAWANG  I  KSOL – Guru honorer tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Empat Lawang galau. Para pahlawan tanpa tanda jasa ini, mempertanyakan kejelasan status sebagai tenaga honorer yang tak kunjung jelas. Apalagi saat ini ada peralihan kewenanangan pengaturan sekolah tingkat SMA/SMK diambil alih pemerintah provinsi (Pemprov).

Senin (23/1/2017), puluhan guru honor tingkat SMA, mendatangi kantor Pemkab Empat Lawang, tujuan tak lain ingin mendapat kejelasan status apakah tercatat sebagai guru honorer daerah (Honda) atau sebagai tenaga kerja sukarela (TKS) . Namun kedatangan mereka (para guru honorer, red) hanya sebagai aksi damaiu.  “Kami ini guru Honda apa TKS,” cetus salah satu guru honorer, di sela aksi damai sekitaran Pemkab Empat Lawang, kemarin.

Guru tadi mengungkit, saat ini pendidikan tingkat SMA di Empat Lawang sudah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Sumsel, namun sampai sekarang status kejelasan sebagai guru belum ada apakah status honor daerah kabupaten atau provinsi.”Kami ini bingung, apa masuk di daerah atau provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua forum guru Honda Empat Lawang, Wiwid Yulisnani mengatakan, jika kedatangan mereka ini untuk mempertanyakan SK guru honda terputus sejak tahun 2011 lalu. “Dulu pernah kami tanya, tapi katanya Pemkab Empat Lawang tidak lagi sanggup membayar,”cetusnya.

Agusni Effendi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Empat Lawang (FOTO.DOK.KSOL/SAUKANI)

Agusni Effendi, Kepala Disdikbud Empat Lawang.

Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Empat Lawang, Agusni Effendi menuturkan, sebenarnya Pemerintah Provinsi akan membayar honor guru apabila guru honorer tersebut terdaftar sebagai guru honorer APBD. Namun apabila status guru tersebut hanya guru komite, itu urusan sekolah dan pihak sekolah yang membayar honornya.”Sekarang lihat dulu apakah status guru tersebut guru komite atau memang honor dari APBD,” ujar Agusni.

Secara terpisah, Ketua komisi III DPRD Empat Lawang, Darli mengaku, akan mencoba menghubungi pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel mengenai permintaan para guru honda di Empat Lawang tersebut.”Saya cuma menjebatani. Mudah-mudahan apa yang diinginkan mereka ini bisa disetujui,”tukasnya.

 

TEKS / FOTO : ARI  / EDITOR : SAUKANI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *